Today Top Reading

Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Saturday, July 6, 2013

Manajemen Puasa di Bulan Ramadhan


Presentasi Manajemen Puasa @ Baitul Hikmah BSD City from Asrulsani Abu


Total Life Management by Sani Management


Puasa adalah salah satu ibadah dalam Islam yang merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang sudah baligh.

Allah SWT berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa". (QS:2:183)

Puasa secara sederhana artinya menahan atau mengontrol diri dari rasa lapar dan haus.  

Dari sisi pandang Manajemen, Puasa adalah sebuah alat atau metode manajemen terbaik dari Allah SWT untuk mengontrol fikiran, hati, jiwa dan diri manusia secara total untuk mencapai tingkat takwa. 

Mengapa manusia diharapkan untuk menjadi orang-orang yang bertakwa? ini disebabkan karena manusia yang bertakwa adalah manusia yang mulia dan manusia yang mulia adalah manusia yang diridhai Allah SWT untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Jadi tujuan takwa itu dari esensi puasa akan menghantarkan manusia menjadi manusia yang mulia. 

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu" (Al-Hujurat (49) :13)

Manajemen Puasa adalah sebuah metode dan proses perencanaan, pengorganisasian, pengaksian, dan pengontrolan untuk mencapai tingkat Takwa secara efektif dan efisien. 

Jadi, target utama orang yang berpuasa adalah mencapai tingkat takwa sehingga kita manusia dapat menggapai ridha Allah guna mencapat tujuan akhir kita bahagia dunia dan akhirat. 

Manajemen puasa merupakan "Total Controlling Process" mulai dari jiwa, hati, fikiran dan diri dikontrol dan dikelola semata-mata untuk mencapai target utama kita yaitu target takwa. 

Secara total manajemen puasa mengontrol 4 hal dalam diri manusia yaitu:
  1. Body Management: Puasa merupakan proses mengelola nafsu badaniah. Jadi yang dikontrol adalah nafsu makan dan minum serta nafsu yang berhubungan dengan fisik kita. Pada tahap pertama kita dituntut untuk dapat menahan rasa lapar dan haus mulai dari subuh hingga maghrib. Pada tahapan awal ini, umumnya kita semua bisa melaluinya dengan mudah bagi yang dewasa, namun tidak mudah bagi yang memiliki fisik yang masih lemah seperti anak-anak ataupun orang yang sudah senja. Dalam Manajemen diri (Body Management) kita sebagai manusia berusaha mengelola rasa lapar dan haus yang sering muncul didalam diri kita selama 11 bulan yang lalu. Dengan kemampuan mengontrol dan mengelola tubuh kita dari perasaan lapar dan haus maka tubuh ini secara total telah diberikan kesempatan dalam merefresh tubuh kita yang paa akhirnya akan memberikan kesehatan bagi tubuh yang secara terus menerus telah digunakan dengan tanpa kontrol. 
  2. Mind Management: Puasa merupakan proses pengelolaan fikiran-fikiran negatif menjadi fikiran yang positif. Fikiran-fikiran yang negatif berasal dari perasaan yang tidak memiliki rasa syukur akan begitu banyaknnya kebahagiaan dan berkah yang diberikan Allah kepada kita sang manusia. Fikiran-fikiran yang positif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi manusia dalam kemampuan mengelola masalah yang setiap hari menghadang. Seringkali masalah yang datang bisa menjadi sangat fatal jika disikapi dengan fikiranbyang negatif. Namun sering kali setiap masalah yang besar jika disikapi dengan fikiran yang positif maka masalah tersebut malah menjadi sebuah anugrah bagi orang-orang yang berfikiran positif. 
  3. Heart Management: Puasa melatih kita dalam mengelola hati kita yang masih sering sakit hati dan terlukai oleh orang-orang di sekitar kita. Banyak orang yang merana karena perasaan sakit dan dendam yang telah dipendamnya bertahun-tahun bahkan sampai meninggal perasaan sakit hati itu masih sangat terpendam. Orang-orang yang memiliki perasaaan sakit hati, iri hati, dengki, kikir dan dendam adalah orang-orang yang tidak mampu mengelola hatinya (Heart Management). Dalam mengelola hati inilah puasa membantu kita dengan adanya momentum silaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Momentum perasaan saling memaafkan dan melupakan kesalahan serta kekhilafan yang telah lalu akan membawa hati kita lepas dari segala beban yang memberatkan kita selama ini. Kita tidak akan bisa secara total maju menuju target kehidupan kita jika kita masih memiliki hati yang terluka denganbanyaknya beban hati yang belum bisa memberikan perasaan maaf kepada orang lain. Memberikan maaf kepad orang yang menyakiti kita sebenarnya bukanlah untuk orang itu, namun pemberian maaf itu adalah sebenarnya untuk kebaikan perasaan hati kita sendiri. Memaafkan tidak akan pernah merubah masa lalu, namun memaafkan akan memberikan jalan yang melegakan di masa depan. 
  4. Soul Management: Puasa di bulan ramadhan memberikan training terbaik dari Allah untuk mengelola jiwa menjadi jiwa-jiwa yang baik dan ikhlas. Kebaikan itu memberikan kebahagiaan bagi kita. Betapa banyak orang yang tidak ingin dimanfaatkan oleh orang lain. Padahal orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, dan alam semesta. Puasa melatih pengelolaan jiwa-jiwa yang ikhlas belajar, bekerja, dan beraktifitas sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Karena merupakan ibadah maka setiap kegiatan adalah semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT. Orang-orang yang tidak berharap pada perasaan ingin dipuji, ingin dihargaioleh jabatannya adalah orang-orang yang lepas dari jebakan jiwa yang tidak ikhlas. Jiwa yang tidak ikhlas telah memenjarakan manusia dari keburukan jiwa itu sendiri. Sebaliknya jiwa yang ikhlas akan memberikan perasaan yang lega, lepas, merdeka tanpa beban karena hidupnya semata-mata untuk kebaikan. Orang-orang yang ikhlas tidak akan mudah terjebak oleh jebakan harta, wanita dan tahta. Karena orang-orang yang ikhlas selalu hanya berharap keridhaan Allah, maka apakah yang lebih tinggi pencapaiannya selain Ridha Allah?....

Secara nyata dan menyeluruh, inti puasa adalah sebuah alat manajemen total terdahsyat dari Allah SWT dalam rangka mengelola kehidupan manusia dan alam semesta.

Manajemen puasa dengan terstruktur dan sistematis mengelola tubuh kita, fikiran kita, hati kita, dan jiwa kita untuk tetap bertakwa kepada Allah SWT yang pada akhirnya akan memberikan kebahagiaan dunia-akhirat.
Selamat menjalankan manajemen "control" dari Allah SWT, mohon maaf jika ada khilaf dan kesalahan dalam penulisan selama ini....


  

Monday, July 1, 2013

Puasa Ramadhan Sebagai Manajemen Kontrol Diri Terbaik dalam Jebakan

Jebakan yang Dihadapi Sang Manusia
Bulan Puasa Ramadhan sebentar lagi kita sambut kebahagiaannya. 
Bulan Puasa Ramadhan adalah momentum Training Penguasaan Diri Terbaik yang diberikan Allah SWT kepada manusia sebagai makhluk yang sangat dicintaiNya.
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang lemah dalam menguasai dirinya, emosinya, hatinya, hingga jiwanya. 

Karena pengontrolan diri yang lemah inilah maka banyak manusia yang terjebak dalam jebakan duniawi yang tidak hanya melenakan, mencandukan namun juga menyengsarakan Sang Jiwa yang Suci. 

Manajemen Diri yang tidak terkontrol dengan baik maka akan melahirkan manusia-manusia yang tidak stabil (unmangement life). 

Ketidakstabilan jiwa yang tadinya tenang menjadi jiwa yang bergejolak (unmanagement soul). 
Akibatnya banyak yang telah memilih jalan yang bengkok ketika diberikan "ujian" kenaikan tingkat "kemuliaan manusia" sesungguhnya. 
Ujian-ujian sang manusia ini berkisar antara 
  1. Possession: Jebakan possession atau jebakan kepemilikan telah banyak menggoda sang manusia. Manusia bukannya berlomba dalam kebaikan namun berlomba dalam kepemilikan harta dan hal-hal yang berwujud materialisme seperti rumah yang sangat mewah dan kendaraan yang mewah dengan harga yang fantastis. Padahal kepemilikan barang-barang tersebut tidak mampu memberikan ketenangan apalagi perasaaan tenteram (bahagia). 
  2. Relation: Jebakan kedua adalah jebakan "hubungan". Kebanyakan manusia tergoda dengan adanya hubungan antar sesama manusia atau pasangan yang salah. Ada banyak manusia mencari cinta sejati terhadap pasangannya namun akan selalu kecewa saat berharap banyak kepada pasangannya. Pengharapan yang lebih kepada manusia akan memberikan kekecewaan semata. Namun pengharapan yang lebih kepada Sang Maha Kuasa adalah sebuah kekuatan akan mengatasi setiap permasalahan kehidupan. 
  3. Position: Jebakan yang terakhir yang diberikan kepada manusia adalah jebakan posisi atau jebakan jabatan. Banyak yang tidak mampu dalam jabatan dan tidak sesuai dengan hati nuraninya (yang telah diprogram dari Allah) namun memaksakan kehendak untuk menggapai jabatan duniawi. Jabatan yang seringkali menggoda dan melenakan sang manusia menjadikan manusia berbuat segala sesuatu demi orang lain untuk sebuah kebanggaan diri, bukan menjadi sebuah ibadah dan pengabdian kepada Sang Ilahi. 
Puasa Ramadhan membantu kita dalam mengelola diri kita terhindar dari jebakan-jebakan duniawi. 
Ini dikarenakan puasa tidak hanya melatih diri kita untuk mengontrol makan dan minum selama mulai subuh sampai maghrib namun juga puasa melatih diri untuk mengelola panca indera dan hati serta jiwa kita untuk semata-mata tetap pada tujuan akhir kita yaitu beribadah kepada Allah SWT. 

Puasa dijadikan kewajiban kepada umat muslim agar sang manusia bertakwa. Mengapa harus bertakwa? karena dengan ketakwaan itulah manusia menjadi manusia yang mulia, dan manusia yang mulia adalah manusia yang paling beruntung. Manusia inilah manusia yang sukses dan bahagia dunia akhirat kelak. 

Ingatkah kita...
Bahwa pada saat kita tamak, maka kita akan berusaha menguasai orang lain dan bahkan dunia
Namun jika kita bertakwa, maka kita hanya akan ingin menguasai diri sendiri....

Dan hebatnya adalah..
Bahwa pada saat kita mulai mengelola diri kita sendiri, kehidupan yang manageable (stabil) mulai berjalan di jalan yang lurus. 

Apakah jalan yang lurus itu?
Yaitu sebuah jalan yang tenang, damai dan membahagiakan jiwa dan spirit yang sesuai dengan nilai-nilai Sang Maha Suci. 

Maka siapakah yang tidak menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat?

Semua jabatan, hubungan hingga harta pada hakikatnya diburu dan dikejar manusia karena menginginkan kebahagiaan. 

Puasa melatih kita sang manusia, untuk kembali mengingat tujuan kita diciptakan di bumi. Yaitu untuk mengabdi dan beribadah kepada Sang Mha Pencipta dengan jalan melestarikan kehidupan alam semesta dimana manusia dituntut sebagai Khalifah yang memimpin dirinya dan seluruh alam agar tetap berada dalam orbit yang benar. 




Monday, June 24, 2013

Manajemen Surga atau Manajemen Nerakakah Kita?

Manajemen adalah sebuah seni dalam menata kehidupan secara umum dan secara khusus adalah seni dalam mengelola perusahaan. 

Manajemen Surga adalah manajemen yang target akhirnya adalah surga. Sedangkan Manajemen Neraka targetnya adalah Neraka.

Manajemen Surga berorientasi pada pengabdian kepada Tuhan (God Oriented), sedangkan Manajemen Neraka berorientasi pada pengabdian kepada setan dan segala unsur yang dilarang oleh Sang Maha Suci.

Manajemen Surga merencanakan untuk hidup selamanya di Surga (Heaven Planning), sedangkan Manajemen Neraka merencanakan untuk hidup selamanya didunia dan di Neraka (Hell Planning).

Dalam menjalani kehidupan ini, seringkali kita terlupakan bahwa target kehidupan kita adalah Kehidupan Surgawi untuk itulah dibutuhkan Manajemen Surga guna mengelola kehidupan kita yang berbasis surgawi. 

Setiap manusia atau perusahaan yang memiliki basis Manajemen Surgawi akan sangat berbeda sistemnya dengan Manajemen berbasis Neraka. 


Jika didalam perusahaan kita yang diutamakan adalah materi kehidupan duniawi yang dituhankan, maka kita berada dalam Manajemen Neraka.

Namun jika perusahaan kita berbasis kebaikan, manfaat dan menata kehidupan yang lebih baik maka kemungkinan besar kita berada dalam Manajemen Surgawi. Inilah jalan yang benar dan jalan yang lurus. 

Manajemen Neraka membuat orang-orang yang berada didalamnya bagaikan orang-orang yang berada di Neraka. Tidak memakai hati nurani, tidak menggunakan perasaan dan tidak memiliki ketenangan apalagi kebahagiaan. 

Manajemen Neraka hanya mentuhankan materi dan kepentingan sesaat. Manajemen Neraka membuat orang-orang yang bekerja tidak mulia sebagai manusia malah menjerumuskan manusia ke lembah nista dan akan semakin terpuruk jika tidak segera dibantu dalam menemukan kembali Jalan yang Lurus ke Manajemen Surgawi.

Manajemen Neraka menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsu setan yang sesaat. Dan orang-orang yang telah masuk dalam Manajemen Neraka ini akan sangat sulit keluar dari lingkaran setan Manajemen Neraka. Biasanya Manajemen Neraka akan memberikan iming-iming dan angan-angan duniawi yang sesaat. Bisa dengan sesuatu yang manis seperti wanita-wanita yang diperjual belikan dengan nilai yang murah ataupun bisa dimulai dengan pemberian awal berupa "rokok" dan hal-hal yang memiliki unsur candu agar kita terjerat dalam lingkaran setan tersebut. Jebakan utama dalam Manajemen Neraka adalah pergaulan yang salah.

Sangat tidak mudah jika seseorang telah masuk dalam lingkaran setan ini.  Orang-orang yang berada dalam manajemen neraka merusak diri dan kehidupannya mulai dari awalnya merokok, meminum minuman keras, bermain judi, hingga bermain wanita dan mempermainkan berkah kehidupan yang telah diberikan Allah kepadanya.

Dibutuhkan bantuan dari kerabat atau lingkungan agar dapat membantu orang-orang yang telah terjerat dalam lingkaran "Manajemen Neraka". 

Lain halnya dengan kondisi Manajemen Surgawi. Orang-orang yang bekerja dan berada dalam Manajemen Surga bekerja dengan target untuk ibadah kepada Allah. Karena target bekerja adalah sebagai perwujudan perintah Allah maka yang diperoleh adalah ketenangan, keberuntungan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. 

Orang-orang yang berada dalam Manajemen Surga berisi orang-orang yang berlakuan baik dan saling memuliakan sebagai manusia antara satu dengan yang lainnya. 

Yang mereka cari bukanlah materi duniawi namun sebuah ketenangan dan keberkahan serta ridha Allah SWT. Tidak ada satupun orang yang ingin merugikan atau merusak kehidupan orang lain karena yang ada adalah keingingan yang tulus untuk menata kehidupan bukan malah merusak kehidupan. 

Manajemen Surga adalah sebuah seni yang mengelola hati dan fikiran serta jiwa agar tetap sesuai dengan target-target yang diberikan Allah SWT. 

Target Utama dalam kehidupan adalah untuk kembali ke Surga Allah SWT, dimana disanalah tempat terbaik yang kekal nan abadi. 

Jalan-jalan yang dilalui Manajemen Surgawi adalah sebuah Jalan yang Lurus bukan jalan yang berkelok dan bengkok.

Karena jalan yang lurus bagaikan sebuah jalan tol dengan Manajemen Surgawi maka yang ada adalah lingkungan yang bersih, rapi dan suci serta indah dipandang mata.

Setiap pandangan mengingatkan kita akan ketenangan sungai-sungai surgawi yang bening dan bersih.

Manajemen Surga adalah sebuah kebutuhan jiwa dan diri kita yang hakiki. 

Kita semua sesungguhnya membutuhkan cara-cara terbaik dalam mengelola hati dan jiwa kita agar tetap berada di Jalan yang Lurus, yaitu Jalan yang diridhai Allah SWT. 

 









Monday, June 3, 2013

Manajemen Kebahagiaan "The Happiness Management"


Saya belajar Manajemen dari dulu hingga sampai saat ini.

Namun satu hal yang selalu menjadi pertanyaan saya adalah: Apakah ilmu Manajemen ini dapat mengantarkan saya ke surga yang sudah menjadi tujuan pasti hidup saya nantinya?

Dimulai dengan pertanyaan inilah saya mulai membuka-buka pelajaran tentang Manajemen yang dulu saya pelajari sewaktu masih kuliah dulu baik waktu di Australia dan sewatku masih kuliah di Trisakti Jakarta.

Pertanyaan-pertanyaan yang selalu hadir ini, dengan tiba-tiba selalu ada dalam batin dan fikiran saya.

Lalu perlahan-lahan setiap malam memberikan berbagai masukan-masukan yang entah darimana asalnya tiba-tiba muncul saja dalam fikiran hati dan jiwa saya.

Sejak itulah saya memulai menulis dan membagikan tentang Manajemen Kebahagiaan yang ternyata sangat dicari dan dibutuhkan terutama oleh diri saya pribadi, kerabat dan orang-orang pada umumnya.

Maka dimulailah sebuah perjalanan menuju Surga Allah dengan menggunakan ilmu Manajemen yang semoga jika hal ini bermanfaat buat diri saya pribadi semoga demikian juga dapat memberi manfaat bagi orang-orang yang membutuhkannya.

Manajemen sendiri adalah ilmu yang sederhana.

Manajemen berarti mengelola dalam artian yang utuh merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan untuk mencapai TARGET secara EFEKTIF dan EFISIEN.

Jadi intinya adalah sebuh PROSES PENGELOLAAN mencapai TARGET-TARGET kehidupan kita secara EFEKTIF dan EFISIEN.

Nah...

Dalam setiap kehidupan kita, tentunya ada TARGET-TARGET yang ingin kita raih. Dan pada umumnya hakekatnya manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya baik didunia maupun diakhirat kelak.

Namun dalam mencapai proses kebahagiaan ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena tidak adanya ilmu yang diajarkan di sekolah maupun di bangku kuliah bagaimana memperoleh kebahagiaan itu.

Kita masih diajarkan tahapan-tahapan dasar dalam mencapai kebahagiaan materi. Seperti bagaimana belajar Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Ekonomi, Manajemen Wirausaha dan Manajemen-manajemen lainnya yang semuanya sebenarnya bertujuan untuk mengangkat harkat kita sebagai manusia selama berada di dunia.

Lalu bagaimana jika kita sudah paham dalam ilmu-ilmu dalam meraih dunia namun ternyata ilmu-ilmu tadi tidak mampu mengantarkan kita ke tempat target utama kita yaitu Surga yang diperuntukkan bagi setiap manusia?...

Pertanyaan saya, bagaimana caranya agar segala yang kita lakukan mampu mengantarkan kita ke pintu surga?...

Lalu apakah semua yang telah kita usahakan selama ini telah membuat kita bahagia?...

Apakah semua yang telah kita dapatkan di dunia dapat memberikan sebuah "Asset Sejati" yang memberikan amalan terus menerus bahkan saat kita telah tiada di dunia?....

Saya melihat begitu banyak kerabat dan orang-orang lainnya terjebak dengan pencarian kebahagiaan. Mereka seakan tenggelam dan tidak mampu bangkit dari keterpurukan dan arus yang selalu menyeret mereka semakin jauh dari kebahagiaan yang mereka cari.

Jebakan-jebakan maut ini telah memakan banyak jiwa dan perasaan. Begitu banyak orang baik muda maupun yang tua telah terkorbankan sia-sia karena ulah segelintir orang yang salah dalam manajemen hidupnya.

Berapa banyak orang tua yang mengorbankan kehidupan dirinya dan anak-anaknya karena ketidak pahaman dalam Manajemen Kebahagiaan?...

Saat ini sedang tersesat dan tenggelam dan membutuhkan bantuan agar mereka dapat keluar dari keadaan yang menderitakan?

Untuk itulah sangat mendesak ilmu yang mengajarkan tentang Manajemen Kebahagiaan bagi setiap manusia yang ingin memperoleh proses perjalan hidup yang lebih baik dan membahagiakan diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Manajemen Kebahagiaan memberikan ilmu tentang pengelolaan Body, Mind, Heart and Soul agar kita dapat mencapai target-target kehidupan kita secara efektif dan efisien sehingga pada akhirnya kita mampu kembali ke Surga Allah sesuai dengan tujuan Allah SWT.








Friday, February 8, 2013

Rahasia Manajemen Bismillah


Dahsyatnya Manajemen Bismillah, mungkin masih belum banyak yang menerapkannya, padahal Bismillah adalah sebuah pernyataan Kekuatan Kasih dan Sayang dari Allah untuk merubah sesuatu....Love can CHANGE EVERYTHING.

Dengan bismillah berarti kita mengikutkan Allah dalam aktifitas kita, dan dengan ijin Allah maka segalanya dapat berubah....

Dengan menyebut Bismillah artinya kita memberikan Kasih dan Sayang yang tulus sebagai perwujudan Kasih dan Sayang Allah SWT....

Dengan Kasih dan Sayang, kita dapat merubah segalanya....

Kita dapat kemana saja dengan memiliki kekuatan Kasih dan Sayang.....Bandingkan dengan manajemen konflik, maka kita akan kesulitan kemanapun kita ingin pergi.

Kitapun dapat memperoleh segalanya dengan kekuatan Kasih dan Sayang....Sedangkan manajemen kebencian (manajemen konflik) hanya akan memperoleh kesengsaraan dan kehancuran bagi diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Contoh sederhana, anak kita.....
jika kita mencintainya...maka apapun kebutuhannya akan selalu kita upayakan agar terpenuhi....

Begitu juga Allah SWT, karena kasih dan sayangnyalah maka semua kebutuhan kita selalu dipenuhi dan disediakan lengkap di bumi.

Dengan Bismillah atau the power of Love from God, maka segala sesuatunya dapat dibangun. Bandingkan jika tanpa cinta dan sayang....dapatkah kita membangun sebuah rumah nan indah?.....

Dengan Kasih dan Sayanglah ada banyak bangunan-bangunan nan indah dibangun di muka bumi ini.....


Sebaliknya dengan kebencian maka akan ada banyak bangunan-bangunan yang indah dihancurkan sia-sia atas nama egoisme kepercayaan yang sesat.

Sungguh dahsyat kekuatan Bismillah, yang sebenarnya telah terprogram ke dalam hati setiap manusia....

Hanya saja, kekuatan Cinta dan Sayang dari Allah SWT, banyak yang tidak mempergunakannya yang akibatnya banyak terjadi perselisihan dan penghancuran....

Jika saja kita memahami, bahwa setiap aktifitas kita selalu dilandasi oleh rasa Kasih dan Sayang....

Maka saya yakin kehidupan dunia akan indah dan membahagiakan....bukankah Allah telah mempersiapkan semua tempat di dunia dengan fasilitasnya semata-mata agar semua ciptaanNya hidup di jalan yang lurus agar hidup tentram dan bahagia....

Manajemen Bismillah, jauh dari sifat-sifat syetan yang mementingkan egiosme kebanggaaan demi atas nama kehebatan kelompok tertentu. Padahal kita semua bersumber dari Sang Maha Suci Allah SWT. Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan penuh rasa kasih dan sayang, masih inginkah kita menghancurkan ciptaanNya?....terutama ciptaanNya yang sempurna dan sangat Allah Cintai Sang Manusia itu sendiri....

Manajemen Bismillah adalah manajemen yang mensyaratkan Kasih dan Sayang dalam setiap kegiatan sehari-hari. 

Bismillah diucapkan setiap kali memulai sesuatu, untuk memperoleh bimbingan dan Sang Maha Kasih dan dijauhkan dari sifat syetan yang menghancurkan dan menyengsarakan....

Bismillah tidak hanya diucpakan namun sebaiknya dipahami, bahwa dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang diharapkan kita mewujudkannya pula dalam setiap aktifitas yang penuh dengan Kasih dan Sayang.....

Percaya dan yakini, bahwa setiap aktifitas yang niat dan awalnya semata-mata untuk memberikan Kasih dan Sayang akan memberikan berbagai keindahan, ketentraman dan kebahagiaan bagi seluruh alam semesta....

Kutipan dari ayat Suci:
قال الله عز و جل : أنا الرحمن وانا خلقت الرحم واشتققت لها من اسمى فمن وصلها وصلته ومن قطعها قطعته
Allah Azza wa Jalla berfirman: Aku al Rahman dan Aku menciptakan al rahim. Dan Aku ambil al rahim dari nama-Ku, maka siapa yang menyambungnya (silaturrahim), Aku akan menyambungnya dan siapa yang memutuskannya, niscaya Aku akan memutuskan (kasih sayang-Ku) kepadanya.




Video The Power of Bismillah:






Wednesday, February 6, 2013

Manajemen Cinta di Bulan Cinta

Bulan ini adalah bulan Februari...yang menurut banyak orang dikatakan sebagai bulan cinta.

Hampir semua orang memperingatinya sebagai wujud cinta...

Dalam hal ini, saya juga turut mengingat bulan ini, karena pada bulan ini tepatnya tanggal 14 Februari telah lahir seorang anak perempuan yang lucu dan manis yang sangat saya cintai setulus hati.....

Saya sangat mencintainya.....Mengapa?
Karena ini adalah "hadiah" yang teramat berharga dari Tuhan Sang Maha Pemberi....

Masih terbayang....ketika Sang Cinta lahir.....saya terharu dan tak kuasa menahan haru bahagia....

Hmmmmmm itulah perasaan Cinta....yang diberikan Sang Pemberi Cinta....

Cinta memang menguatkan sekaligus melemahkan...

Cinta jika kita telah memperolehnya...maka dunia akan terasa indah.....saking besarnya kekuatan Cinta.

Cinta itu sendiri harus dikelola dengan baik, dirawat dengan penuh perhatian, namun ada juga unsur peringatan didalamnya untuk menjaga kelangsungan Sang Cinta. 

Seperti Tuhan mencintai kita, Dia memberikan KasihNya sekaligus memberikan "peringatan" akan bahaya jika perintahNya dilanggar. 

Manajemen Cinta adalah pengelolaan hati yang amat dahsyat karena kebesaran Sang Cinta.

Pengelolaan Cinta tak bisa lepas dengan asas pemberian yang tulus....

Cinta adalah anugrah yang berasal dari Sang Cinta, dan bukan berasal dari Sang Manusia.

Cinta itu membangun dan merawat, tanpa Cinta tak ada satu bangunanpun bisa dibuat selain  kehancuran semata....

Cinta membangun bangunan Taj Mahal yang indah, Cinta membangun Masjid, Gereja, Pura nan indah...

Cinta membangun rumah-rumah yang indah...

Cinta membangun kota-kota yang indah

Dan Cinta membangun rumah manusia yang hanya satu ini yaitu Sang Bumi.....yang kita cintai....

Manajemen Cinta membutuhkan: Ar Rahman dan Ar Rahim Sang Pemilik Cinta yang sebenarnya....

Cinta adalah pengasihan tanpa syarat tanpa kebencian.....bagaikan cinta ibu kepada anaknya.....bagaikan cinta Ayah kepada keluarganya.....

Kehidupan Cinta yang dimiliki oleh seseorang akan mampu membangun segala impian manusia.....

Perkuatlah Sang Cinta yang tulus dari hati yang suci....bagikan cinta.....

Dan tunggulah keajaiban Sang Cinta datang menghampiri... 

Dan tersenyumlah Sang Kekasih Cinta....Sang Pemilik Cinta Sejati.

Manajemen Cinta itu, tanpa syarat tanpa Terms and Conditions....seperti sebuah perjanjian jual beli atau sewa menyewa....

Manajemen Cinta, hanya ingin memberi senyuman dan kebahagiaan....

Jika engkau telah menemukan Cinta, tidak ada lagi egoisme sempit, yang ada adalah ketulusan dan keikhlasan untuk memberi manfaat kebahagiaan....

Jika kita mencintai Sang Bumi....Kita akan merawat bumi dengan rasa memiliki yang tinggi dan tidak berniat sedikitpun untuk merusak apalagi menghancurkannya....