Mohon Maaf Lahir Bathin.
Semoga kita diberikan kesempatan dalam bersilaturahmi dengan perasaan dan HATI BARU...
Suatu hari, istri saya bertanya kepada saya: “Pa…kenapa sih harga-harga naik melulu terutama menjelang bulan puasa begini? Seharusnya kan harga turun, karena orang-orang akan “menahan” lapar dan haus?...” Sayapun TERDIAM SESAAT dan mencoba menjelaskan bahwa hal ini memang sudah menjadi tradisi di Indonesia maupun di manca negara, dimana setiap permintaan yang tinggi (demand) yang tidak ditunjang dengan KETERSEDIAAN jumlah barang yang ada (supply) akan mengakibatkan KENAIKAN HARGA.
Ingat anekdot sederhana ini:
Jika seandainya seorang tukang penjual makanan menaikkan harga makanannya, maka yang makan misalnya seorang dokter yang melihat harga-harga makanan naik tentunya akan menaikkan pula harga konsultasi dokternya bukan?, jika si pasien yang seorang insinyur yang mendapat biaya yang mahal dari seorang dokter, tentunya akan sang insinyurpun menaikkan pula biaya pembangunan rumahnya, sang pembeli rumah yang notabene pengusaha pakaian akan menaikkan pula harga pakaiannya bukan?, jika harga pakaian mahal sang pemilik minimarketpun akan menaikkan pula harga sembako…dan itulah yang terus terjadi…. begitulah seterusnya harga terus naik…dan naik lagi…setiap orang berusaha menaikkan harganya…
NAMUN ada juga cara atau strategi yang bisa dilakukan oleh pihak produsen atau penyedia jasa atau penjual barang agar HARGA yang mereka tawarkan TIDAK IKUTAN NAIK yaitu dengan melakukan beberapa contoh strategi berikut: