Today Top Reading

Monday, September 16, 2013

Bekerja di Perusahaan Tuhan


Suatu hari seorang sahabat ditanya: "Kerja dimana?" lalu beliau menjawab... "I am working in a company of Allah"....

Subhanallah...
Dalam hati saya berucap...Orang ini telah mampu "merasakan" the Power of God dalam dirinya sehingga menjadikan dirinya sebagai "pegawai" Allah yang semata-mata bekerja untuk Kebesaran Tuhan.

Jika kita melihat secara lebih luas, maka sebenarnya kita memang bekerja pada perusahaan Tuhan.
Ini dikarenakan tugas kita semata-mata adalah bekerja (mengabdi) untuk Tuhan.

Saya mengambil contoh pada kegiatan yang saya lakukan setiap hari...

Kebetulan saya bekerja lebih banyak sebenarnya di rumah. Ini dikarenakan bisnis rental mobil saya bisa dikontrol dari rumah, juga tentunya karena rumah kantor kami sudah memiliki jaringan wifi yang terkoneksi dengan dunia luar yang membuat saya dapat bekerja kapan saja dan dimana saja di dalam rumah. 

Pada pagi hari saya menjadwalkan meeting dengan Allah Sang Pemilik "perusahaan" yang bernama Alam Semesta. 

Meeting ini adalah sebuah proses "pertemuan" Maha Penting dalam merencanakan aktifitas mulai pagi hari hingga siang nanti. 

Terkadang seorang teman pernah menelpon lalu saya tidak menjawab teleponnya. Lalu saya katakan "maaf saya tidak menjawab telepon anda, karena saya sedang meeting."

Biasanya kerabat kitapun  akan memakluminya....

Padahal dalam "meeting" itu saya tidak menyebutkan bahwa sebenarnya saya sedang melakukan "shalat Dhuha"

Yah Shalat Dhuha sudah lama saya anggap sebagai jadwal meeting harian pagi untuk meminta petunjukNya agar aktifitas yang saya lakukan bisa berjalan dengan lancar dan penuh berkah....sesuai dengan tujuan Ilahi.

Ada banyak contoh manfaat shalat dhuha yang sering kita dapatkan, dalam sisi ilmiah sendiri Dhuha memberikan kesempatan kepada tubuh kita terutama pada otak dengan aktifitas sujud di pagi hari yang dibarengi dengan nilai-nilai spiritual akan membantu melancarkan peredaran darah di otak sehingga membuat otak dan pikiran kita menjadi lebih mudah berpikir dan berkreatifitas sesuai dengan gelombang Energi Tuhan. 

Dalam Islam sendiri ada tuntunan dari Nabi yanng berkata: "Hai anak Adam, bersembahyanglah untukKu 4 rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu” (Hadist Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).


Disini saya ingin sharing saja bahwa dulunya saya biasanya rutin shalat Dhuha 2 rakaat, namun setelah melihat petunjuk nabi ini, saya mulai rutin melakukan shalat dhuha minimal 4 rakaat. 

Dengan shalat 4 rakaat atau bahkan 6 rakaat tentunya akan lebih banyak memberikan ide-ide cemerlang dan semangat yang lebih sehingga memudahkan kita melalui pagi hari hingga sore hari sehingga dapat memberikan kebahagiaan tersendiri dengan semakin banyaknya rezeki yang banyak dan penuh berkah...Berkah disini berarti rezeki yang bermanfaat...

Jadi jika kita sudah mampu "merasakan" bekerja pada perusahaan Tuhan, hal pertama adalah melakukan meeting (shalat dhuha) di pagi hari terlebih dahulu sebelum bekerja atas nama Tuhan...Tentunya jangan lupa tetap melakukan kewajiban shalat subuh lalu dilanjutkan Dhuha di pagi harinya.

Tujuan utama kita bekerja pada perusahaan Tuhan adalah memberikan pengabdian yang tulus kepada Tuhan melalui pemberian manfaat kepada makhluk-makhluk Tuhan (produk Tuhan) yang Maha Sempurna sehingga terjadi keseimbangan sejati di seluruh alam semesta sehingga seluruh alam tetap berjalan sesuai dengan "perencanaan Tuhan."

Jika semua manusia melakukan pekerjaannya sesuai dengan apa yang disukai, sesuai dengan hatinya dan sesuai dengan perencanaan Allah. Maka tentunya semuanya akan lebih mudah dan berkah karena sudah sesuai dan sejalan dengan keinginan Allah. Maka siapakah yang mampu menghalangi keinginan Allah SWT?....


Pimpinan Tertinggi Allah SWT


Dulu, saya membuat planning dalam setiap kegiatan transaksi usaha selalu berfokus pada jumlah total omset yang saya inginkan dalam usaha.

Namun setelah melihat bidang usaha lain yang ternyata lebih pesat berkembang menggunakan "Metode Sedekah" untuk meningkatkan penjualan usahanya.

Maka saya mencoba cara baru dalam berbisnis...

Yah....alih-alih kita mengesampingkan pemberian kepada Tuhan, kali ini marilah kita buktikan "kekuatan Tuhan" pada saat kita melibatkanNya sebagai tujuan No.1 dalam usaha kita.

Jadi sederhananya. Jika membuat perencanaan maka yang pertama kita lakukan adalah target sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu, dan biarkan hukum alam yang bekerja otomatis dengan sendirinya.

Misalnya jika kita dulunya mentargetkan pendapatan sebesar Rp. 100.000 maka jumlah uang sedekah yang kita salurkan kepada anak-anak yatim atau ke masjid adalah minimal sebesar Rp. 2.500.

Alih-alih kita mentargetkan omset 100.000 sebaiknya untuk memudahkan kita, maka kita hanya mentargetkan sedekah sebesar Rp. 2.500 jauh lebih ringan daripada kita mentargetkan pendapatan Rp. 100.000 tadi bukan?.

Untuk lebih memudahkan lagi kita memperoleh pendapatan usaha adalah buatlah kolom sedekah minimal 2.5% sebagi acuan target kita setiap harinya. 

Intinya adalah kita berfokus pada jumlah berapa nilai sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu. Misalnya kita membutuhkan uang sebesar Rp. 1.000.000 maka kita niatkan untuk memberi sedekah sebesar Rp. 25.000,-.

Disini, target utama kita adalah sedekah hanya Rp. 25.000.

Dan biasanya hukum alam selalu mengembalikan uang sedekah kita kepada Tuhan lebih kurang senilai Rp. 1.000.000

Demikian seterusnya....

Kembali saya tekankan bahwa jauh lebih mudah berbisnis bagi kita, jika kita mengikutksertakan Tuhan dalan bisnis kita.

Setiap transaksi yang kita peroleh maka saat itu juga langsung kita hadiahkan ke hadapan Tuhan terlebih dahulu baru kemudian hasil usaha yang kita peroleh kita gunakan ke yang lainnya.

Kewajiban kita disini adalah bahwa setiap pendapatan yang kita peroleh langsung kita bagikan terlebih dahulu kepada Tuhan Sang Maha Pemberi (TITIK)

Ini menunjukkan ketaatan dan rasa cinta kita bekrja untuk Allah SWT... 

Dan jika kita bekerja dan mengabdi semata-mata demi Tuhan maka kita bekerja tidaklah sendirian lagi namun dibantu oleh para "makhluk" Allah baik yang terlihat maupun yang belum mampu kita lihat.

Berikut ini telah saya buatkan untuk saya sendiri target-target sedekah saya yang mudah-mudahan jika bermanfaat dan mudah saya lakukan dapat juga dengan mudah dan bermanfaat anda mempraktekkanya....





Sedekah 2.5%
Pendapatan
2.500
100.000
12.500
500.000
25.000
1.000.000
37.500
1.500.000
50.000
2.000.000
75.000
3.000.000
100.000
4.000.000
125.000
5.000.000
150.000
6.000.000
175.000
7.000.000
200.000
8.000.000
225.000
9.000.000
250.000
10.000.000
375.000
15.000.000
500.000
20.000.000
1.250.000
50.000.000
2.500.000
100.000.000
5.000.000
200.000.000
7.500.000
300.000.000
10.000.000
400.000.000
12.500.000
500.000.000
15.000.000
600.000.000
17.500.000
700.000.000
20.000.000
800.000.000
22.500.000
900.000.000
25.000.000
1.000.000.000
37.500.000
1.500.000.000











































































































Monday, September 9, 2013

Target Mudah Tercapai dengan Metode Sedekah 2.5%

Dulu, saya membuat planning dalam setiap kegiatan transaksi usaha selalu berfokus pada jumlah total omset yang saya inginkan dalam usaha.

Namun setelah melihat bidang usaha lain yang ternyata lebih pesat berkembang menggunakan "Metode Sedekah" untuk meningkatkan penjualan usahanya.

Maka saya mencoba cara baru dalam berbisnis...

Yah....alih-alih kita mengesampingkan pemberian kepada Tuhan, kali ini marilah kita buktikan "kekuatan Tuhan" pada saat kita melibatkanNya sebagai tujuan No.1 dalam usaha kita.

Jadi sederhananya. Jika membuat perencanaan maka yang pertama kita lakukan adalah target sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu, dan biarkan hukum alam yang bekerja otomatis dengan sendirinya.

Misalnya jika kita dulunya mentargetkan pendapatan sebesar Rp. 100.000 maka jumlah uang sedekah yang kita salurkan kepada anak-anak yatim atau ke masjid adalah minimal sebesar Rp. 2.500.

Alih-alih kita mentargetkan omset 100.000 sebaiknya untuk memudahkan kita, maka kita hanya mentargetkan sedekah sebesar Rp. 2.500 jauh lebih ringan daripada kita mentargetkan pendapatan Rp. 100.000 tadi bukan?.

Untuk lebih memudahkan lagi kita memperoleh pendapatan usaha adalah buatlah kolom sedekah minimal 2.5% sebagi acuan target kita setiap harinya. 

Intinya adalah kita berfokus pada jumlah berapa nilai sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu. Misalnya kita membutuhkan uang sebesar Rp. 1.000.000 maka kita niatkan untuk memberi sedekah sebesar Rp. 25.000,-.

Disini, target utama kita adalah sedekah hanya Rp. 25.000.

Dan biasanya hukum alam selalu mengembalikan uang sedekah kita kepada Tuhan lebih kurang senilai Rp. 1.000.000

Demikian seterusnya....

Kembali saya tekankan bahwa jauh lebih mudah berbisnis bagi kita, jika kita mengikutksertakan Tuhan dalan bisnis kita.

Setiap transaksi yang kita peroleh maka saat itu juga langsung kita hadiahkan ke hadapan Tuhan terlebih dahulu baru kemudian hasil usaha yang kita peroleh kita gunakan ke yang lainnya.

Kewajiban kita disini adalah bahwa setiap pendapatan yang kita peroleh langsung kita bagikan terlebih dahulu kepada Tuhan Sang Maha Pemberi (TITIK)

Ini menunjukkan ketaatan dan rasa cinta kita bekerja untuk Allah SWT... 

Dan jika kita bekerja dan mengabdi semata-mata demi Tuhan maka kita bekerja tidaklah sendirian lagi namun dibantu oleh para "makhluk" Allah baik yang terlihat maupun yang belum mampu kita lihat.

Berikut ini telah saya buatkan untuk saya sendiri target-target sedekah saya yang mudah-mudahan jika bermanfaat dan mudah saya lakukan dapat juga dengan mudah dan bermanfaat anda mempraktekkannya....





Sedekah 2.5%
Pendapatan
2.500
100.000
12.500
500.000
25.000
1.000.000
37.500
1.500.000
50.000
2.000.000
75.000
3.000.000
100.000
4.000.000
125.000
5.000.000
150.000
6.000.000
175.000
7.000.000
200.000
8.000.000
225.000
9.000.000
250.000
10.000.000
375.000
15.000.000
500.000
20.000.000
1.250.000
50.000.000
2.500.000
100.000.000
5.000.000
200.000.000
7.500.000
300.000.000
10.000.000
400.000.000
12.500.000
500.000.000
15.000.000
600.000.000
17.500.000
700.000.000
20.000.000
800.000.000
22.500.000
900.000.000
25.000.000
1.000.000.000
37.500.000
1.500.000.000