Today Top Reading

Sunday, March 29, 2009

Turut Berbelasungkawa atas Musibah Situ Gintung


foto by Agus (Panoramio-Sebuah Keindahan Masa Lalu)

Musibah Situ Gintung yang telah memakan banyak korban semoga memberikan pelajaran dan hikmah yang mendalam kepada kita yang masih perlu melanjutkan kehidupan ini.
Musibah ini tentunya terjadi bukanlah karena keinginan kita...
Untuk itu jika kita memiliki kemampuan usahakan menempati rumah tinggal yang memang cukup aman bagi keluarga kita tercinta...
Betapa miris hati ini, melihat begitu banyaknya tangisan dan air mata yang mengiringi kepergian keluarganya yang secara tiba-tiba mendapat musibah...

Saya pribadi mengucapkan turut berduka atas musibah yang terjadi di Situ Gintung Ciputat Tangerang Selatan Banten.
Semoga keluarga yang ditimpa cobaan ini memperoleh hikmah dan kekuatan dari Allah SWT.
Amin.

Tuesday, March 24, 2009

Pesan untuk PEMILU 2009...PILIH yang BENAR...

PILIH yang benar...Penuhi HAK kita sebagai warga yang baik...
Pilih yang sesuai dengan hati nurani (bukan berarti partai dengan nama tsb yah)
Pilih yang paling mendekati dengan harapan anda...
TETAPLAH memilih dan jangan biarkan "orang yang tidak tepat" kembali menguasai negeri ini...
Walau nantinya sulit dan membingungkan...
Namun...kita percaya masih ada harapan untuk Indonesia tercinta...Semoga...

Sebarkan...untuk kebaikan...:-)

Friday, February 20, 2009

I Have a Dream...

Ada banyak hal yang sudah sepatutnya kita bersyukur.

Namun ada juga hal-hal yang semestinya kita rubah ataupun berharap ada seseorang baik individu atau sebuah sistem yang dapat merubah keadaan yang kita alami sehari-hari menjadi suatu keadaan yang kita impikan DAPAT terjadi di negeri TERCINTA ini. Mungkin ini juga bisa menjadi renungan bagi para pemimpin kita atau para calon pemimpin muda lainnya, masih banyak hal yang perlu dibenahi di negeri ini...

Hal-hal yang masih menjadi impianku selama ini...
1. Kondisi jalanan yang lebih lega dan lebih nyaman. Tidak ada jalan yang rusak. Tidak ada lagi kemacetan di Jabotabek. (TITIK!)
2. Kondisi pelayanan terhadap masyarakat lebih sopan, lancar dan manusiawi.
3. TIDAK ADA PUNGLI atau SOGOKAN.
4. TIDAK ADA KEKERASAN & PREMANISME.
5. BERANTAS KORUPSI, KRIMINAL dan NARKOBA.
6. Sebagian aparat pemerintah dan masyarakat perlu lebih ditertibkan lagi.
7. Setiap sudut kota bersih dan indah dipandang mata.
8. Tidak ada lagi "polisi tidur" yang terlalu tinggi di jalanan.
9. Anggota DPR 90%nya adalah orang-orang yang jujur dan amanah.
10. Lapangan kerja yang cukup bagi setiap lulusan universitas/akademi.
11. Gaji yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
12. Perilaku pejabat yang lebih sederhana.
13. Setiap warga Indonesia menjadi BANGGA terhadap BANGSANYA sendiri.
14. Tidak ada lagi TAWURAN dan PERKELAHIAN PELAJAR/MAHASISWA.
15. Warga Indonesia tidak lagi merasa TAKUT akan KEMISKINAN.
16. KEADILAN yang merata dalam hal ekonomi.
17. Indonesia adalah negara yang MAJU dan bermartabat.
18. LAMPU PLN tidak sering MATI lagi.
19. Anak-anak sekolah GRATIS.
20. Biaya hidup yang lebih murah (harga-harga tidak CEPAT naik...)
21. INTERNET GRATIS.
22. Sumber daya alam Indonesia TERUTAMA HANYA untuk rakyat Indonesia
23. Indonesia menjadi negara yang KAYA
24. Lingkungan usaha yang kondusif dan setiap orang mudah untuk melakukan USAHA
25. Daerah diberikan kembali KENDALI dalam MENGELOLA daerahnya.
26. Angkot lebih disiplin, tidak ada lagi yang egois dan mau menang sendiri.
27. Sarana transportasi yang lebih cepat, efisien dan manusiawi. Tidak ada lagi yang bergelantungan di bus...
28. Harga rumah yang lebih terjangkau bagi masyarakat....
29. Pemimpin dan yang dipimpin saling bahu membahu membangun negeri ini dengan semangat dan tekad yang luar biasa mencapai impian menjadikan negeri Indonesia Makmur Sejahtera dan menjadi bangsa yang dihormati di dunia Internasional.

Saturday, January 10, 2009

Satu Hari Diawal Tahun Baru Di BSD City

Sabtu dini hari pukul 04.00 di awal tahun ini saya menyempatkan untuk melakukan ritual Tahajjud di rumah…dan memohon doa agar diberi keberkahan dan rezeki bagi keluarga tercinta, kerabat, sahabat dan bahkan kota yang saya cintai ini…

04.35 Saya berangkat untuk shalat subuh yang dilaksanakan bersama jamaah mesjid Baitul Hikmah Nusa Loka BSD. Di mesjid terlihat sudah cukup banyak jamaah (satu shaf penuh), mesjid ini cukup terang jika dilihat dari luar karena cahaya lampunya yang masih baru…

05.00 Pengajian mingguan pun dilaksanakan di mesjid Baitul Hikmah dengan kajian hari ini adalah pendalaman “pembacaan ayat-ayat Al-Quran” dan artinya yang saat ini oleh ustad Untung.

05.30 Saya melakukan pemanasan di rumah dan dilanjutkan di pelataran taman Plaza Cordoba yang masih sejuk…di Plaza ini pada pagi hari banyak penjual makanan kecil yang "enak-enak”.... Hmmm indahnya pagi ini..begitu gumam saya…

05.45 Saya menuju ke Pasar Modern BSD. Sembari jalan pagi dan menikmati udara pagi yang masih segar tiba-tiba cuaca mendung yang otomatis hujan rintik-rintik mulai mengguyuri bumi…Sambil beralri kecil …Sayapun mencari sebuah tempat berteduh di emperan Taman Jajan Nusa Loka…Sambil menunggu hujan reda saya mendengarkan musik dari hp dan mencoba menikmati suara hujan yang turun seakan memberikan suasana romantis di pagi ini…

06.00 Saya menyempatkan diri untuk menyapa seorang pengemis tua di perempatan lampu merah BSD. Beliau memperkenalkan dirinya bernama Pak Sarmili usianya sudah 56 tahun dan menceritakan kisah hidupnya yang cukup panjang…katanya beliau adalah mantan Hansip yang sekarang karena sudah tua menjadi seorang pengemis di jalanan...beliau juga meminta tolong agar bisa dimasukkan sebuah acara yang dapat membantu kehidupannya bersama istrinya…Pak Sarmili “menginginkan sebuah rumah” bagi beliau dan istrinya…di hari tuanya…begitu besar harapannya…Disamping itu beliau menceritakan suka dukanya menjadi seorang pengemis di hari tuanya….Namun intinya beliau dapat “menikmati” berkah yang diterimanya dari pekerjaannya “memberi doa” bagi orang-orang yang ingin memberi sedekah…

06.25 Saya menyeberang ke Pasar Modern BSD sebuah pasar terbaik di Indonesia dilihat dari sisi kebersihan dan tata kelolanya yang baik. Di tempat ini saya sebenarnya ingin menikmati sebuah soto mie hangat buatan Leo Dozan (saudara willy dozan) namun karena kursinya belum rapi digunakan maka sayapun berjalan ke dalam pasar untuk menikmati sebuah soto ayam hangat di kios Nasi Liwet Solo.

07.00 Saya berjalan menyusuri jalan Nusa Loka dan bertemu Ibu Lina dengan suaminya…bu Lina ini fasih dalam bahasa Prancis...yah...karena beliau adalah guru bahasa Prancis.....:D

07.25 Saya menyempatkan diri ngobrol dengan pak RT Bayu Wicaksono yang sedang bercengkerama dengan istri dan anaknya di depan sebuah taman di Nusa Loka…Beberapa Pastel yang sempat saya beli di Pasar Modern dapat dinikmati dengan senang hati oleh anak-anaknya yang cantik…sebuah kebahagiaan di pagi ini dapat melihat seorang anak yang bermain ceria…menikmati pagi…Pak Bayu pun mengajak untuk bermain bulutangkis di perumahan cluster kami.

08.00 Baca Koran dan berinternet ria…browsing sebentar dan melakukan beberapa "Internet Marketing Strategy..."

09.15 Mengantar anak untuk belajar di sebuah sekolah “laskar pelangi” yaitu sebuah sekolah negeri di BSD City. Di BSD sekolah negeri ini termasuk yang terbaik...Namun yang penting adalah di sekolah inilah mencerminkan sebuah komunitas ASLI Indonesia yang didalamnya ada kehidupan anak yang sederhana sekali maupun anak yang berkemampuan mumpuni...Disinilah anak-anak belajar "perbedaaan" yang nantinya akan dihadapinya pada saat dewasa nanti...

09.30 Keluar sebentar untuk membeli alat-alat rumah tangga yang kebetulan “sangat dibutuhkan” hari ini.

10.00 Tiba di rumah dan memasang beberapa alat…

11.15 Menelpon ustad Haddad...ustad ini cukup sering membawakan doa bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan doanya, beliau juga dikenal sebagai sahabat Arifin Ilham seorang Penzikir Nasional yang sudah cukup baik namanya di Indonesia dan kemudian menelpon kantor berbicara dengan mba Wiwien yang sedang hamil muda lalu berbicara dengan Ibu Puji dan Ibu Erry yang katanya "jago mijat" (tentunya hanya untuk sama suaminya dong)...

11.30 Walaupun sudah agak telat saya usahakan untuk ke kantor…sebelumnya ke Smart untuk mengambil kunci rumah BK. Dikantor mengobrol dengan Ibu Lya, (the first Marketer), pak Aziz yang selalu membantu, ibu Ummul, dan pak Saefuddin yang ahli menangani hal-hal dengan masalah   kredit karena beliau adalah orang BCA.

12.00 Saya, ibu Lya dan pak Saefuddin ke Griya Loka…

12.33 Pak Hendro Prasetyo "Geophysicist" yang bekerja di Chevron Senayan mengajak untuk bertemu di The Green BSD...

13.00 Karena ibu Lya sudah merasa lapar kami pun singgah di sebuah taman jajan BSD yang sering diadakan acara Jajan Jazz…

14.00 Tiba di kantor untuk makan dan shalat serta menerima telepon dari Ibu Viny yang cekatan dan memiliki banyak bisnis serta menerima telepon beberapa klien…

14.40 Ibu E. Indriani "professional Compliance" mojang Bandung yang bekerja di JP. Morgan dengan mobil hondanya mengendarai sendiri dan meluangkan waktunya untuk berkunjung ke kantor MG Pro, menurut penuturan Ibu Indri beliau mendambakan sebuah rumah tingkat yang berlokasi di Cluster yang aman dan nyaman… Ibu Indri adalah orang yang sibuk namun menyenangkan dan beliau sangat menikmati perjalanan dan suasana BSD City yang rapi dan apik…sehingga menyempatkan memotret beberapa rumah di BSD.

15.30 Menghubungi Ibu Catrin untuk bertemu...dan menerima telepon dari istri yang sudah selesai melakukan praktek terapi di sebuah klinik terapi khusus anak BSD yang bernama "KLINIK ANAKKU" klinik ini khusus menangani anak-anak yang mengalami masalah dalam perkembangannya (special need children).

16.00 Ibu Rere menelpon dan mengatakan sudah berada di sekitar De Latinos dan janjian ketemu di seberang Sport Club Latinos. Ibu Rere dan suaminya yang sebagai pilot menginginkan sebuah tempat tinggal yang walaupun mungil namun sesuai dengan budget mereka. Di Latinos saya dan ibu Lya sempat keliling di lokasi tersebut dan singgah di sebuah rumah tingkat. Ibu Erni menawarkan pula untuk dapat melihat "rumahnya" di Latinos.

17.00 Mba Yenny  menelpon dan mengatakan sudah berada di Metro Permata untuk segera bertemu…Namun karena masih bersama ibu Lya dan klien yang perlu ke lokasi saya pun meminta Ibu Yenny untuk mengatur ulang jadwalnya besok pagi…Mbak Yenniy ini ingin membeli rumah saya yang di Metro Permata....Di jalan sempat bertemu dengan pak Nurdin yang sepertinya sedang menikmati perjalanan dengan "sang mantan pacar" seorang manajer personalia BSD. Setelah itu saya menyempatkan diri mampir ke Smart kembali.

18.30 Hari ini adalah hari yang cukup menyenangkan, bertemu dengan orang-orang yang baik dan menyenangkan… dan hari ini saya berterima kasih kepada Tuhan akan karunia…di hari ini…

19.00 Biasanya malam minggu begini cari tempat makan di wilayah BSD atau kalau pengen yang cepat saya langsung mampir di Cafe Tenda Plaza Cordoba dengan beragam makanan yang "murah meriah" seperti nasi uduk dan ayam bakar...kemudian diakhiri dengan menikmati es campur Garut yang dingin....

19.12 Melayani tamu yang datang ke "garage counter" kami...ya...kami memulai usaha mulai dari sebuah Garasi rumah kami....disini kami benar-benar melakukan usaha dari nol....mulai dari menjual pulsa, laundry, wartel, fax, hingga sewa mobil semuanya dilakukan dari rumah dengan kemampuan sendiri....walau lelahnya luar biasa....

20.00 Memasukkan kendaraan...untuk bersiap-siap di esok hari...

21.00 Bercengkerama dengan anak dan keluarga tercinta dan memberikan pelukan agar anak-anak dapat merasakan bahwa ada orang yang peduli dan menyayangi mereka...

22.00 Nonton TV dan memeluk bantal....:D....berdoa semoga besok kami semua dapat menikmati kembali hari di BSD City....sebuah kota yang indah dan menyenangkan....terima kasih BSD City...

Friday, December 26, 2008

Sebuah Kepindahan di Hari Ibu di Paris Square...

Minggu-minggu ini terlihat banyak iklan Partai Demokrat tentang hari Ibu.
Mengapa partai ini menggunakan hari ibu sebagai materi iklan terbaik? Anda tentu telah memahaminya bukan?...

Di momen hari ibu ini pulalah kami melaksanakan momen "berpindah" kantor ke sebuah kantor baru bercat kuning cerah di Paris Square BSD City.

Diharapkan berpindahnya kami ke kantor baru ini dapat memberikan yang terbaik bagi para klien di BSD City.

Kami berdoa semoga momen hari ibu ini dapat memberikan sebuah "kelahiran baru" dari sebuah rahim ibu pertiwi Indonesia....
Sebuah kelahiran yang selalu banyak dibuat berbagai macam acara berkaitan dengan sebuah kelahiran...apapun itu sebuah kelahiran patut memberikan sebuah suka cita...

Jika kita mengingat kembali hari pertama kita dilahirkan ke bumi oleh ibu kita...

Bayangkanlah ibu kita yang masih muda...

Bayangkanlah ibu kita yang merasakan kegelisahan dan ketakutan saat melahirkan kita...

Bayangkanlah ibu kita MENANGIS....dan meneteskan air mata saat menahan SAKITNYA penderitaan...

Pandanglah dahi ibu kita yang mulai keriput
Pandanglah mata ibu kita bagai beliau memandang kita...
Pandanglah pipi ibu kita...

Cobalah bayangkan sosok ibu kita yang lemah...

Bayangkan sosok ibu kita semakin nyata berada tersenyum tepat dihadapan kita...
Bahkan saat membersihkan "kotoran" kita...

Bayangkan wajah ibu kita yang semakin lama semakin tua...

Bayangkan tubuh ibu kita yang semakin lama semakin lemah dan tertatih...

Bayangkan bagaimana ibu kita setiap harinya berdoa...memohon kepada Tuhannya agar ANAK yang dilahirkannya kelak menjadi anak yang Sholeh Sholehah dan sukses di kemudian hari...

Bayangkan ibu kita setiap harinya selalu berharap agar kita sukses.... dan menjadi anak
KEBANGGAANNYA...
Anak yang bisa dia ceritakan dengan senang hati dan penuh kebanggaan kepada semua kerabat.

Bayangkan ibu kita yang kita cintai ini...melihat anaknya SEKARANG INI...Yah...SAAT INI...

Cobalah bayangkan...APA yang akan ibu kita katakan jika ibu kita melihat "keadaan" KITA SEKARANG INI?....

APA?....

APA yang akan DIKATAKANNYA kepada TUHANNYA tempat ibu kita selalu berdoa ketika melihat kondisi kita sekarang ini?....

Mengapa kita sering melupakan dan terkesan acuh kepada ibu kita?...MENGAPA?...

MAAFKAN kami ya...ibu...

Mohon ampun ya...ibu kami belum sanggup "memenuhi doamu"...
Mohon ampun ya...ibu kami belum bisa menjadi orang kebanggaanmu...
Mohon ampun ya...ibu kami belum dapat membalas semua "pengorbananmu"....

Thursday, December 18, 2008

Pekerjaan Terbaik bagi Sang Pencari Kerja...

Beberapa hari ini...saya tidak melihat pak Sarmili di lampu merah...kemana gerangan dia?

Pak Sarmili adalah seorang pengemis tua renta yang sering meminta sedekah di sebuah lampu merah di BSD City.

Dalam hati saya pernah bertanya apakah pekerjaan si pengemis ini?...
Dan apakah memang beliau sulit untuk mencari pekerjaan di negeri yang kaya ini?...

Dalam perenungan saya...
Pak Sarmili dan pengemis lainnya ternyata juga PUNYA PEKERJAAN!.

Pekerjaannya adalah "memberi" kesempatan kepada manusia yang telah bersyukur untuk mencicipi "makna" dan "arti" dari sebuah perasaan bahagia pada saat kita "memberi sedekah".

Sang Pengemis ini setiap harinya memberikan kepada kita:
Kesempatan memperoleh "berkah" dari Sang Kuasa yang tiap hari datang menghampiri kita.
Kesempatan untuk merasakan menjadi "orang kaya" dibandingkan sang pengemis.
Kesempatan menjadi orang yang baik.
Kesempatan merasakan sebuah "kebahagiaan".
Kesempatan merasakan "kehadiran hati ini".
Kesempatan memperoleh HADIAH SURGA di hari kemudian.

Bila kita perhatikan...pekerjaan pak Sarmili adalah pekerjaan terbaik baginya.

Pekerjaan pak Sarmili bukanlah mengemis....
Pekerjaannya adalah memberikan keberkahan bagi "Sang Dermawan" di hari ini.

Bukankah pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang lain....?

Lalu bagaimana dengan pekerjaan yang kita BANGGAKAN?....
Jika pekerjaan kita adalah pekerjaan HEBAT dengan jabatan HEBAT...sudahkah memberikan keberkahan bagi keluarga tercinta?...
Sudahkah memberi keberkahan bagi orang lain?...
Jika pekerjaan kita "hebat" bisakah pekerjaan itu membantu kita di hari kemudian?...

Dan sekarang mari kita bertanya kepada diri kita sendiri...
Apakah pekerjaan kita "lebih hebat" dari pekerjaan pak Sarmili?...

Sunday, December 7, 2008

Idul Kurban Idul Adha...di Nusa Loka BSD



"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Hari ini hari raya Idul Adha, adalah hari memotong hewan kurban bagi setiap muslim yang mampu...Tak terkecuali warga muslim mesjid Baitul Hikmah Nusa Loka BSD City.

Di mesjid ini, saya bertemu pak Agung, pak Toni dan pak Rinaldi Agusyana warga Nusa Loka yang sedang membantu pelaksanaan kurban.
Pak Agung tetangga yang cukup rajin walau dengan keringat bercucur dengan parang terhunus siap memotong "sang kurban" dan dibagikan kepada fakir miskin.
Pak Rinaldi (trainer dan pendiri ESQ) yang diperkenalkan oleh pak Toni, ternyata dengan berani "memotong sendiri" sang hewan kurban.
Pak Toni yang seorang team leader di BII Syariah mengatakan wah...saya mah belum berani untuk memotong sendiri pak....Saya pun ikut mengiyakan....
Kita ini kaum urban yang termasuk dalam masyarakat "serba instant"...yang tahunya makan aja...kali yah....? begitu gumam saya...kita tidak pernah mau tahu bahwa dibalik sebuah makanan yang nikmat yang kita makan ada sebuah "proses" kematian yang jika tidak biasa akan terasa "aneh" bagi kita...

Pemotongan hewan kurban ini sendiri dimaksudkan agar kita kaum muslim mampu dan dapat menjadi orang yang dermawan dengan cara memberikan daging hewan yang telah kita "kurbankan" kepada para fakir miskin.

Kita atau anak-anak kita mungkin sangat jarang melihat sebuah "pembantaian" kehidupan binatang yang bernama kambing, domba atau sapi...
Yang kita pahami sebuah sate yang enak itu berasal dari kambing, sapi atau ayam adalah sebuah makanan yang "tiba-tiba" ada diatas meja makan "tanpa ada sebuah proses" "menghilangkan kehidupan makhluk lain".

Ternyata dalam kehidupan ini agar kita dapat "terus hidup" kita membutuhkan pengorbanan dari makhluk lain. Kita jarang merenung bahwa setiap kita makan ada sebuah "kematian yang telah terjadi"....
Matinya seekor ayam atau matinya sebuah tanaman kangkung adalah sebuah "proses pengorbanan" agar kita manusia dapat terus melanjutkan kehidupan.

Banyak dari kita mengenal yang namanya ayam kentucky atau pizza hut...tapi pernahkah kita merenung dibalik enaknya ayam kentucky atau dibalik enaknya pizza hut beef ada sebuah proses "kematian" dari balik sebuah dapur sang koki...

Saya jadi termenung...ternyata dibalik "kehidupan" kita ini ada sebuah "pengurbanan kehidupan" dari kehidupan yang lain...

Suatu hal yang semestinya alamiah...namun terkadang tidak terpikirkan oleh kita para kaum urban...

Jika kita melihat darah yang bersimbah dan tetesan air mata sang sapi terkadang kita shock dan kaget betapa sebuah "kematian binatang ini" membuat hati ini sedih...

Namun, yang perlu dipahami bahwa tidak semua "kematian" adalah sebuah kesedihan....

Karena "kematian/pengurbanan" hewan kurban ini merupakan suatu proses jalan menuju surga...hewan-hewan (juga tumbuhan) ini telah memberikan nyawanya agar kita dapat terus hidup dan terus menjaga kehidupan di planet ini.

Mereka semua telah "berkurban" untuk makhluk termulia di muka bumi. Dan bagi yang telah mengeluarkan dana untuk berkurban sebagai tanda syukur akan sebuah "arti" kehidupan.

Dan, bahwa sebuah "kematian" merupakan sebuah rangkaian dari "awal sebuah kehidupan baru" bagi mahkluk lainnya...

Selamat Idul Adha...