Minggu-minggu ini terlihat banyak iklan Partai Demokrat tentang hari Ibu.
Mengapa partai ini menggunakan hari ibu sebagai materi iklan terbaik? Anda tentu telah memahaminya bukan?...
Di momen hari ibu ini pulalah kami melaksanakan momen "berpindah" kantor ke sebuah kantor baru bercat kuning cerah di Paris Square BSD City.
Diharapkan berpindahnya kami ke kantor baru ini dapat memberikan yang terbaik bagi para klien di BSD City.
Kami berdoa semoga momen hari ibu ini dapat memberikan sebuah "kelahiran baru" dari sebuah rahim ibu pertiwi Indonesia....
Sebuah kelahiran yang selalu banyak dibuat berbagai macam acara berkaitan dengan sebuah kelahiran...apapun itu sebuah kelahiran patut memberikan sebuah suka cita...
Jika kita mengingat kembali hari pertama kita dilahirkan ke bumi oleh ibu kita...
Bayangkanlah ibu kita yang masih muda...
Bayangkanlah ibu kita yang merasakan kegelisahan dan ketakutan saat melahirkan kita...
Bayangkanlah ibu kita MENANGIS....dan meneteskan air mata saat menahan SAKITNYA penderitaan...
Pandanglah dahi ibu kita yang mulai keriput
Pandanglah mata ibu kita bagai beliau memandang kita...
Pandanglah pipi ibu kita...
Cobalah bayangkan sosok ibu kita yang lemah...
Bayangkan sosok ibu kita semakin nyata berada tersenyum tepat dihadapan kita...
Bahkan saat membersihkan "kotoran" kita...
Bayangkan wajah ibu kita yang semakin lama semakin tua...
Bayangkan tubuh ibu kita yang semakin lama semakin lemah dan tertatih...
Bayangkan bagaimana ibu kita setiap harinya berdoa...memohon kepada Tuhannya agar ANAK yang dilahirkannya kelak menjadi anak yang Sholeh Sholehah dan sukses di kemudian hari...
Bayangkan ibu kita setiap harinya selalu berharap agar kita sukses.... dan menjadi anak
KEBANGGAANNYA...
Anak yang bisa dia ceritakan dengan senang hati dan penuh kebanggaan kepada semua kerabat.
Bayangkan ibu kita yang kita cintai ini...melihat anaknya SEKARANG INI...Yah...SAAT INI...
Cobalah bayangkan...APA yang akan ibu kita katakan jika ibu kita melihat "keadaan" KITA SEKARANG INI?....
APA?....
APA yang akan DIKATAKANNYA kepada TUHANNYA tempat ibu kita selalu berdoa ketika melihat kondisi kita sekarang ini?....
Mengapa kita sering melupakan dan terkesan acuh kepada ibu kita?...MENGAPA?...
MAAFKAN kami ya...ibu...
Mohon ampun ya...ibu kami belum sanggup "memenuhi doamu"...
Mohon ampun ya...ibu kami belum bisa menjadi orang kebanggaanmu...
Mohon ampun ya...ibu kami belum dapat membalas semua "pengorbananmu"....
Today Top Reading
-
3 Cara Sederhana dan Mudah untuk Memulai Bisnis Sendiri 1. What do you like? Tentukan hal-hal apa saja yang anda sukai untuk anda lakukan, h...
-
Beberapa hari ini...saya tidak melihat pak Sarmili di lampu merah...kemana gerangan dia? Pak Sarmili adalah seorang pengemis tua renta yang ...
-
Impianku... Air Kehidupan.......tak terbayangkan.......tak terkatakan....... Sang Air....yang mengalir jernih melewati setiap sudut taman ha...
Friday, December 26, 2008
Thursday, December 18, 2008
Pekerjaan Terbaik bagi Sang Pencari Kerja...
Beberapa hari ini...saya tidak melihat pak Sarmili di lampu merah...kemana gerangan dia?
Pak Sarmili adalah seorang pengemis tua renta yang sering meminta sedekah di sebuah lampu merah di BSD City.
Dalam hati saya pernah bertanya apakah pekerjaan si pengemis ini?...
Dan apakah memang beliau sulit untuk mencari pekerjaan di negeri yang kaya ini?...
Dalam perenungan saya...
Pak Sarmili dan pengemis lainnya ternyata juga PUNYA PEKERJAAN!.
Pekerjaannya adalah "memberi" kesempatan kepada manusia yang telah bersyukur untuk mencicipi "makna" dan "arti" dari sebuah perasaan bahagia pada saat kita "memberi sedekah".
Sang Pengemis ini setiap harinya memberikan kepada kita:
Kesempatan memperoleh "berkah" dari Sang Kuasa yang tiap hari datang menghampiri kita.
Kesempatan untuk merasakan menjadi "orang kaya" dibandingkan sang pengemis.
Kesempatan menjadi orang yang baik.
Kesempatan merasakan sebuah "kebahagiaan".
Kesempatan merasakan "kehadiran hati ini".
Kesempatan memperoleh HADIAH SURGA di hari kemudian.
Bila kita perhatikan...pekerjaan pak Sarmili adalah pekerjaan terbaik baginya.
Pekerjaan pak Sarmili bukanlah mengemis....
Pekerjaannya adalah memberikan keberkahan bagi "Sang Dermawan" di hari ini.
Bukankah pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang lain....?
Lalu bagaimana dengan pekerjaan yang kita BANGGAKAN?....
Jika pekerjaan kita adalah pekerjaan HEBAT dengan jabatan HEBAT...sudahkah memberikan keberkahan bagi keluarga tercinta?...
Sudahkah memberi keberkahan bagi orang lain?...
Jika pekerjaan kita "hebat" bisakah pekerjaan itu membantu kita di hari kemudian?...
Dan sekarang mari kita bertanya kepada diri kita sendiri...
Apakah pekerjaan kita "lebih hebat" dari pekerjaan pak Sarmili?...
Pak Sarmili adalah seorang pengemis tua renta yang sering meminta sedekah di sebuah lampu merah di BSD City.
Dalam hati saya pernah bertanya apakah pekerjaan si pengemis ini?...
Dan apakah memang beliau sulit untuk mencari pekerjaan di negeri yang kaya ini?...
Dalam perenungan saya...
Pak Sarmili dan pengemis lainnya ternyata juga PUNYA PEKERJAAN!.
Pekerjaannya adalah "memberi" kesempatan kepada manusia yang telah bersyukur untuk mencicipi "makna" dan "arti" dari sebuah perasaan bahagia pada saat kita "memberi sedekah".
Sang Pengemis ini setiap harinya memberikan kepada kita:
Kesempatan memperoleh "berkah" dari Sang Kuasa yang tiap hari datang menghampiri kita.
Kesempatan untuk merasakan menjadi "orang kaya" dibandingkan sang pengemis.
Kesempatan menjadi orang yang baik.
Kesempatan merasakan sebuah "kebahagiaan".
Kesempatan merasakan "kehadiran hati ini".
Kesempatan memperoleh HADIAH SURGA di hari kemudian.
Bila kita perhatikan...pekerjaan pak Sarmili adalah pekerjaan terbaik baginya.
Pekerjaan pak Sarmili bukanlah mengemis....
Pekerjaannya adalah memberikan keberkahan bagi "Sang Dermawan" di hari ini.
Bukankah pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang lain....?
Lalu bagaimana dengan pekerjaan yang kita BANGGAKAN?....
Jika pekerjaan kita adalah pekerjaan HEBAT dengan jabatan HEBAT...sudahkah memberikan keberkahan bagi keluarga tercinta?...
Sudahkah memberi keberkahan bagi orang lain?...
Jika pekerjaan kita "hebat" bisakah pekerjaan itu membantu kita di hari kemudian?...
Dan sekarang mari kita bertanya kepada diri kita sendiri...
Apakah pekerjaan kita "lebih hebat" dari pekerjaan pak Sarmili?...
Sunday, December 7, 2008
Idul Kurban Idul Adha...di Nusa Loka BSD
"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)
Hari ini hari raya Idul Adha, adalah hari memotong hewan kurban bagi setiap muslim yang mampu...Tak terkecuali warga muslim mesjid Baitul Hikmah Nusa Loka BSD City.
Di mesjid ini, saya bertemu pak Agung, pak Toni dan pak Rinaldi Agusyana warga Nusa Loka yang sedang membantu pelaksanaan kurban.
Pak Agung tetangga yang cukup rajin walau dengan keringat bercucur dengan parang terhunus siap memotong "sang kurban" dan dibagikan kepada fakir miskin.
Pak Rinaldi (trainer dan pendiri ESQ) yang diperkenalkan oleh pak Toni, ternyata dengan berani "memotong sendiri" sang hewan kurban.
Pak Toni yang seorang team leader di BII Syariah mengatakan wah...saya mah belum berani untuk memotong sendiri pak....Saya pun ikut mengiyakan....
Kita ini kaum urban yang termasuk dalam masyarakat "serba instant"...yang tahunya makan aja...kali yah....? begitu gumam saya...kita tidak pernah mau tahu bahwa dibalik sebuah makanan yang nikmat yang kita makan ada sebuah "proses" kematian yang jika tidak biasa akan terasa "aneh" bagi kita...
Pemotongan hewan kurban ini sendiri dimaksudkan agar kita kaum muslim mampu dan dapat menjadi orang yang dermawan dengan cara memberikan daging hewan yang telah kita "kurbankan" kepada para fakir miskin.
Kita atau anak-anak kita mungkin sangat jarang melihat sebuah "pembantaian" kehidupan binatang yang bernama kambing, domba atau sapi...
Yang kita pahami sebuah sate yang enak itu berasal dari kambing, sapi atau ayam adalah sebuah makanan yang "tiba-tiba" ada diatas meja makan "tanpa ada sebuah proses" "menghilangkan kehidupan makhluk lain".
Ternyata dalam kehidupan ini agar kita dapat "terus hidup" kita membutuhkan pengorbanan dari makhluk lain. Kita jarang merenung bahwa setiap kita makan ada sebuah "kematian yang telah terjadi"....
Matinya seekor ayam atau matinya sebuah tanaman kangkung adalah sebuah "proses pengorbanan" agar kita manusia dapat terus melanjutkan kehidupan.
Banyak dari kita mengenal yang namanya ayam kentucky atau pizza hut...tapi pernahkah kita merenung dibalik enaknya ayam kentucky atau dibalik enaknya pizza hut beef ada sebuah proses "kematian" dari balik sebuah dapur sang koki...
Saya jadi termenung...ternyata dibalik "kehidupan" kita ini ada sebuah "pengurbanan kehidupan" dari kehidupan yang lain...
Suatu hal yang semestinya alamiah...namun terkadang tidak terpikirkan oleh kita para kaum urban...
Jika kita melihat darah yang bersimbah dan tetesan air mata sang sapi terkadang kita shock dan kaget betapa sebuah "kematian binatang ini" membuat hati ini sedih...
Namun, yang perlu dipahami bahwa tidak semua "kematian" adalah sebuah kesedihan....
Karena "kematian/pengurbanan" hewan kurban ini merupakan suatu proses jalan menuju surga...hewan-hewan (juga tumbuhan) ini telah memberikan nyawanya agar kita dapat terus hidup dan terus menjaga kehidupan di planet ini.
Mereka semua telah "berkurban" untuk makhluk termulia di muka bumi. Dan bagi yang telah mengeluarkan dana untuk berkurban sebagai tanda syukur akan sebuah "arti" kehidupan.
Dan, bahwa sebuah "kematian" merupakan sebuah rangkaian dari "awal sebuah kehidupan baru" bagi mahkluk lainnya...
Selamat Idul Adha...
Hari ini hari raya Idul Adha, adalah hari memotong hewan kurban bagi setiap muslim yang mampu...Tak terkecuali warga muslim mesjid Baitul Hikmah Nusa Loka BSD City.
Di mesjid ini, saya bertemu pak Agung, pak Toni dan pak Rinaldi Agusyana warga Nusa Loka yang sedang membantu pelaksanaan kurban.
Pak Agung tetangga yang cukup rajin walau dengan keringat bercucur dengan parang terhunus siap memotong "sang kurban" dan dibagikan kepada fakir miskin.
Pak Rinaldi (trainer dan pendiri ESQ) yang diperkenalkan oleh pak Toni, ternyata dengan berani "memotong sendiri" sang hewan kurban.
Pak Toni yang seorang team leader di BII Syariah mengatakan wah...saya mah belum berani untuk memotong sendiri pak....Saya pun ikut mengiyakan....
Kita ini kaum urban yang termasuk dalam masyarakat "serba instant"...yang tahunya makan aja...kali yah....? begitu gumam saya...kita tidak pernah mau tahu bahwa dibalik sebuah makanan yang nikmat yang kita makan ada sebuah "proses" kematian yang jika tidak biasa akan terasa "aneh" bagi kita...
Pemotongan hewan kurban ini sendiri dimaksudkan agar kita kaum muslim mampu dan dapat menjadi orang yang dermawan dengan cara memberikan daging hewan yang telah kita "kurbankan" kepada para fakir miskin.
Kita atau anak-anak kita mungkin sangat jarang melihat sebuah "pembantaian" kehidupan binatang yang bernama kambing, domba atau sapi...
Yang kita pahami sebuah sate yang enak itu berasal dari kambing, sapi atau ayam adalah sebuah makanan yang "tiba-tiba" ada diatas meja makan "tanpa ada sebuah proses" "menghilangkan kehidupan makhluk lain".
Ternyata dalam kehidupan ini agar kita dapat "terus hidup" kita membutuhkan pengorbanan dari makhluk lain. Kita jarang merenung bahwa setiap kita makan ada sebuah "kematian yang telah terjadi"....
Matinya seekor ayam atau matinya sebuah tanaman kangkung adalah sebuah "proses pengorbanan" agar kita manusia dapat terus melanjutkan kehidupan.
Banyak dari kita mengenal yang namanya ayam kentucky atau pizza hut...tapi pernahkah kita merenung dibalik enaknya ayam kentucky atau dibalik enaknya pizza hut beef ada sebuah proses "kematian" dari balik sebuah dapur sang koki...
Saya jadi termenung...ternyata dibalik "kehidupan" kita ini ada sebuah "pengurbanan kehidupan" dari kehidupan yang lain...
Suatu hal yang semestinya alamiah...namun terkadang tidak terpikirkan oleh kita para kaum urban...
Jika kita melihat darah yang bersimbah dan tetesan air mata sang sapi terkadang kita shock dan kaget betapa sebuah "kematian binatang ini" membuat hati ini sedih...
Namun, yang perlu dipahami bahwa tidak semua "kematian" adalah sebuah kesedihan....
Karena "kematian/pengurbanan" hewan kurban ini merupakan suatu proses jalan menuju surga...hewan-hewan (juga tumbuhan) ini telah memberikan nyawanya agar kita dapat terus hidup dan terus menjaga kehidupan di planet ini.
Mereka semua telah "berkurban" untuk makhluk termulia di muka bumi. Dan bagi yang telah mengeluarkan dana untuk berkurban sebagai tanda syukur akan sebuah "arti" kehidupan.
Dan, bahwa sebuah "kematian" merupakan sebuah rangkaian dari "awal sebuah kehidupan baru" bagi mahkluk lainnya...
Selamat Idul Adha...
Monday, December 1, 2008
Konsep Selling, Marketing dan Spiritual Marketing. Dimanakah sebaiknya kita berada?
Saat ini, Konsep Selling dan Marketing adalah sebuah hal yang umum diketahui oleh banyak orang. Namun ada konsep yang masih merupakan konsep masih jarang dipahami oleh kebanyakan orang yaitu Spiritual Marketing Concept.
Spiritual Marketing
Untuk lebih dalam memahami konsep Spiritual Marketing, maka terlebih dahulu perlu diketahui perbedaan mendasar dalam konsep selling, marketing dan spiritual marketing itu sendiri.
Berikut ini perbedaan mendasar antara Selling (penjualan), Marketing (pemasaran), dan Spiritual Marketing (Pemasaran Spiritual) adalah sebagai berikut:
Selling
- Focus on product. Pada konsep SELLING fokus utama HANYA pada Produk atau Jasa yang ditawarkan. Jika ada suatu produk, maka fokus utama adalah bagaimana agar produk tersebut dapat terjual sesuai dengan target perusahaan. Jadi, seorang salesman akan memperoleh produk atau jasa dari perusahaan lalu berusaha MENJUALnya sebanyak-banyaknya.
- Sales volume oriented. Konsep Selling, berorientasi pada JUMLAH PENJUALAN saja. Disinilah menjadi celah "miring" yang dapat menjerumuskan para SALES ke arah yang negatif. Jika kita hanya berfokus pada JUMLAH PENJUALAN saja ada kemungkinan kita dapat pula "menghalalkan segala cara" ASAL penjualan tercapai..atau asal bos senang... jika hanya memikirkan penjualan maka hal lain yang berhubungan dengan produk menjadi hal yang terakhir untuk dipikirkan.
- Planning: Perencanaan untuk pasar jangka pendek dan menengah.
- Vision: MEMUASKAN kebutuhan Salesman atau pemilik produk.
Marketing
- Focus on customer wants. Fokus utama pada KEINGINAN manusia. Seorang Marketer mempelajari kebutuhan dan keinginan manusia dan MENDESIGN PRODUK yang sesuai lalu menjualnya. Jika kebutuhan saat ini adalah sebuah rumah yang murah, sederhana dan nyaman maka pihak Marketer membuat sebuah rumah indah dan menarik namun dengan harga yang terjangkau.
- Profit oriented. Berorientasi pada KEUNTUNGAN.
- Planning. Perencanaan untuk jangka panjang dan masa depan. Dibutuhkan proses yang panjang dan hubungan yang baik kepada masyarakat (Corporate Social Responsibility)
- Vision: MEMUASKAN keinginan pemilik perusahaan.
Spiritual Marketing
- Focus on God wants. Fokus utama bagi SPIRITUAL MARKETER adalah pemenuhan KEINGINAN Tuhan. Tuhan menginginkan kita memenuhi keinginan makhlukNya. Artinya produk yang dijual haruslah produk atau jasa yang memang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat (halal). Seorang Spiritual Marketer mempelajari KEINGINAN Tuhan dan memenuhi KEBUTUHAN makhluk Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kerugian bagi setiap makhluk ciptaanNya. Untuk itu pantang bagi Marketer untuk menjual produk yang MERUGIKAN orang lain.
- God Oriented. Berorientasi pada KEBERKAHAN dari Tuhan. Karena berorientasi pada Tuhan maka setiap tindak tanduknya selalu merasa diawasi oleh Tuhan. Dan setiap perilakunya akan selalu mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan. Sang Spiritual Marketer tidak pernah "hitung-hitungan" dengan Tuhan, karena perhitungan Tuhan tidak akan pernah salah atau meleset sedikitpun. Kegiatannya hanyalah memberi dan memberi tanpa ingin mendapatkan keuntungan sesaat. Karena beliau yakin ada Tuhan yang selalu MENJAMINnya. Jika Tuhan sudah memberikan berkahNya maka siapakah yang dapat mencegahnya?.
- Planning. Perencanaan untuk masa yang akan datang dan setelah kematian.
- Vision. Memenuhi keinginan Tuhan.
Friday, November 28, 2008
It's Easy to Build a HOUSE not a HOME...
Saya pernah bertanya kepada seorang pemilik rumah super mewah di sebuah kawasan elit di Jakarta. "Wah...rumah ibu bagaikan istana yah?....NAMUN apa kira-kira jawaban beliau?....
"Iya... tapi rumahku NERAKAKU"....
Saya cukup kaget dan heran juga dibuatnya. Rumah yang dibangun dengan penuh keindahan dan kemewahan dengan jumlah uang yang sangat banyak HANYA untuk membangun sebuah "penderitaan bagi sang ibu?". Sungguh kasihan ibu ini...rumah yang seharusnya memberikan kebahagiaan bagi sang pemilik HANYA menyisakan "penderitaan"....
It's easy to build a house not a home.
Memang mudah membangun sebuah "RUMAH saja" sebuah bangunan yang terdiri dari batu, semen, kayu dan besi NAMUN sulit untuk membangun sebuah RUMAH bagi KEDAMAIAN dan KEBAHAGIAAN bagi SANG PEMILIK RUMAH sebuah rumah yang terisi oleh JIWA yang dapat menikmati PEMBERIAN Sang MAHA KUASA.
Sekarang yang lagi marak adalah begitu ramainya para masyarakat kita yang mencoba mencalonkan diri untuk mendapatkan sebuah posisi atau jabatan yang terlihat TERHORMAT. Namun setelah kita kembali berpikir ulang apakah nantinya jika para "teman kita" ini jika sudah memperoleh "rumah jabatan" dapat merasakan "keindahan rumah" jabatan tersebut". Jangan-jangan malah dapat berakhir di "rumah sakit" atau malah "rumah tahanan". Tentunya semoga ini tidak terjadi...
Sebuah jabatan bukanlah suatu hal yang perlu diperebutkan...
Sebuh jabatan terbaik adalah jabatan yang dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang lain. Jadi sebuah jabatan tidak harus menjadi seorang A atau menjadi seorang B. Asalkan jabatan tersebut menyenangkan dan memberi kebaikan kepada orang lain sudah merupakan sebuah JABATAN yang MEMBANGGAKAN.
Seorang tukang sayur yang dengan senang hati menjajakan sayurnya dan sayur tersebut memberikan kesehatan dan manfaat bagi seluruh keluarga kita adalah seseorang yang memiliki JABATAN TERBAIK dan PEKERJAAN TERBAIK.
Seorang sales maupun seorang marketer jika orang tersebut benar-benar menjalankan prinsip spiritual marketing bahwa dia bukan hanya menjual produk biasa kepada orang biasa NAMUN prinsip yang beliau pegang bahwa beliau SANG MARKETER sedang menjual sebuah produk luar biasa bermanfaat dan memberikan berkah kepada "MAKHLUK CIPTAAN SANG MAHA KUASA". Jika seorang berprinsip barang atau jasa yang dijualnya adalah semata-mata untuk SANG KEKASIH atau untuk SANG MAKHLUK HASIL CIPTAAN TUHAN....maka siapakah yang berani menjual produk atau jasa yang MERUGIKAN orang lain?....Pekerjaan seorang Marketer atau Sales adalah sebuah pekerjaan MULIA dimana beliau harus sanggup memberikan sebuah produk atau jasa yang dapat memenuhi KEBUTUHAN dan KEINGINAN orang lain...
Seorang tukang sapu yang telah menyapu jalanan kita setiap harinya agar kita dapat SELAMAT sampai kemabli ke rumah adalah sebuah PEKERJAAN dan JABATAN yang sangat MULIA dibandingkan memperebutkan sebuah JABATAN HANYA untuk MERAUP KEUNTUNGAN PRIBADI.....Sungguh sayang bukan?
Jangan salah sangka. Seseorang yang sepertinya hanya mempunyai sebuah rumah sederhana tapi TERNYATA rumah tersebut adalah sebuah HOME SWEET HOME bagi keluarganya its not a just a HOUSE.
Namun sebaliknya.... Seseorang yang sepertinya mempunyai sebuah "rumah super wah" ternyata bukanlah sebuah HOME tapi "its just a house".
Semoga kita semua memiliki sebuah "rumah" dalam arti yang sebenarnya sebuah rumah tempat kembalinya "diri" dan "jiwa" kita.
Sebuah rumah dimana kita dapat bertemu dengan orang-orang yang kita cintai selama ini. sebuah rumah yang "menerima" kita apa adanya baik kita telah menjadi seorang pimpinan atau hanya rakyat biasa.
Sebuah rumah adalah tempat "DIRI kita yang sebenarnya".
Rumah adalah sebuah BANGUNAN yang TERAMAT PENTING NILAINYA.
Kita memulai dan mengakhiri SEGALANYA dari rumah kita.
Rumah adalah gambaran jiwa kita...
Rumah adalah sandaran jiwa kita...
Rumah adalah roh kita...
Tanpa sebuah rumah....
Kita yang setiap harinya menginjakkan kaki dan mengelilingi planet ini memulai dari sebuah langkah menuju sebuah perjalanan yang panjang dan terkadang melelahkan....
lalu KEMANAKAH DIRI & JIWA INI AKAN KEMBALI....???
"Iya... tapi rumahku NERAKAKU"....
Saya cukup kaget dan heran juga dibuatnya. Rumah yang dibangun dengan penuh keindahan dan kemewahan dengan jumlah uang yang sangat banyak HANYA untuk membangun sebuah "penderitaan bagi sang ibu?". Sungguh kasihan ibu ini...rumah yang seharusnya memberikan kebahagiaan bagi sang pemilik HANYA menyisakan "penderitaan"....
It's easy to build a house not a home.
Memang mudah membangun sebuah "RUMAH saja" sebuah bangunan yang terdiri dari batu, semen, kayu dan besi NAMUN sulit untuk membangun sebuah RUMAH bagi KEDAMAIAN dan KEBAHAGIAAN bagi SANG PEMILIK RUMAH sebuah rumah yang terisi oleh JIWA yang dapat menikmati PEMBERIAN Sang MAHA KUASA.
Sekarang yang lagi marak adalah begitu ramainya para masyarakat kita yang mencoba mencalonkan diri untuk mendapatkan sebuah posisi atau jabatan yang terlihat TERHORMAT. Namun setelah kita kembali berpikir ulang apakah nantinya jika para "teman kita" ini jika sudah memperoleh "rumah jabatan" dapat merasakan "keindahan rumah" jabatan tersebut". Jangan-jangan malah dapat berakhir di "rumah sakit" atau malah "rumah tahanan". Tentunya semoga ini tidak terjadi...
Sebuah jabatan bukanlah suatu hal yang perlu diperebutkan...
Sebuh jabatan terbaik adalah jabatan yang dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang lain. Jadi sebuah jabatan tidak harus menjadi seorang A atau menjadi seorang B. Asalkan jabatan tersebut menyenangkan dan memberi kebaikan kepada orang lain sudah merupakan sebuah JABATAN yang MEMBANGGAKAN.
Seorang tukang sayur yang dengan senang hati menjajakan sayurnya dan sayur tersebut memberikan kesehatan dan manfaat bagi seluruh keluarga kita adalah seseorang yang memiliki JABATAN TERBAIK dan PEKERJAAN TERBAIK.
Seorang sales maupun seorang marketer jika orang tersebut benar-benar menjalankan prinsip spiritual marketing bahwa dia bukan hanya menjual produk biasa kepada orang biasa NAMUN prinsip yang beliau pegang bahwa beliau SANG MARKETER sedang menjual sebuah produk luar biasa bermanfaat dan memberikan berkah kepada "MAKHLUK CIPTAAN SANG MAHA KUASA". Jika seorang berprinsip barang atau jasa yang dijualnya adalah semata-mata untuk SANG KEKASIH atau untuk SANG MAKHLUK HASIL CIPTAAN TUHAN....maka siapakah yang berani menjual produk atau jasa yang MERUGIKAN orang lain?....Pekerjaan seorang Marketer atau Sales adalah sebuah pekerjaan MULIA dimana beliau harus sanggup memberikan sebuah produk atau jasa yang dapat memenuhi KEBUTUHAN dan KEINGINAN orang lain...
Seorang tukang sapu yang telah menyapu jalanan kita setiap harinya agar kita dapat SELAMAT sampai kemabli ke rumah adalah sebuah PEKERJAAN dan JABATAN yang sangat MULIA dibandingkan memperebutkan sebuah JABATAN HANYA untuk MERAUP KEUNTUNGAN PRIBADI.....Sungguh sayang bukan?
Jangan salah sangka. Seseorang yang sepertinya hanya mempunyai sebuah rumah sederhana tapi TERNYATA rumah tersebut adalah sebuah HOME SWEET HOME bagi keluarganya its not a just a HOUSE.
Namun sebaliknya.... Seseorang yang sepertinya mempunyai sebuah "rumah super wah" ternyata bukanlah sebuah HOME tapi "its just a house".
Semoga kita semua memiliki sebuah "rumah" dalam arti yang sebenarnya sebuah rumah tempat kembalinya "diri" dan "jiwa" kita.
Sebuah rumah dimana kita dapat bertemu dengan orang-orang yang kita cintai selama ini. sebuah rumah yang "menerima" kita apa adanya baik kita telah menjadi seorang pimpinan atau hanya rakyat biasa.
Sebuah rumah adalah tempat "DIRI kita yang sebenarnya".
Rumah adalah sebuah BANGUNAN yang TERAMAT PENTING NILAINYA.
Kita memulai dan mengakhiri SEGALANYA dari rumah kita.
Rumah adalah gambaran jiwa kita...
Rumah adalah sandaran jiwa kita...
Rumah adalah roh kita...
Tanpa sebuah rumah....
Kita yang setiap harinya menginjakkan kaki dan mengelilingi planet ini memulai dari sebuah langkah menuju sebuah perjalanan yang panjang dan terkadang melelahkan....
lalu KEMANAKAH DIRI & JIWA INI AKAN KEMBALI....???
Tuesday, November 25, 2008
Peluang Bisnis di BSD City Serpong
Sebagai seorang pengusaha, anda bisa mendapatkan peluang bisnis di BSD City sbb:
- Bisnis Properti: Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga diatas 20% karena harga tanah dan rumah yang cenderung naik terus di BSD City. Jika anda punya uang yang lebih anda bisa berinvestasi di CBD BSD City, di Anggrek Loka atau di area sepanjang jalan Serpong Raya. Namun yang punya sedikit modal anda bisa melakukan investasi di area Nusa Loka, Griya Loka atau Kencana Loka.
- Bisnis Makanan: Anda bisa melakukan bisnis makanan di area TerasKota BSD, ITC BSD, atau jika ingin yang lebih murah bisa di Pasar Modern BSD, atau di Plaza Cordoba Nusa Loka BSD City.
- Bisnis Otomotif: Anda bisa melakukan bisnis otomotif dengan menjual atau beli Mobil, jual beli aksesoris mobil/motor, bengkel otomotif di AutoPart BSD dan usaha jasa pencucian mobil bisa anda buat di Plaza Cordoba Nusa Loka BSD.
- Bisnis Transportasi: Anda juga bisa berbisnis di bidang transportasi seperti Sewa Mobil, Jasa Angkutan dari dalam perumahan ke area lain di wilayah sekitar BSD City. Transportasi warga bsd city biasanya lebih banyak menggunakan mobil pribadi atau ojek jika ingin bepergian dari dalam komplek perumahan ke wilayah lainnya.
Sunday, November 16, 2008
Perbedaan Penting "Marketing" dan "Selling"
Saat ini, di Indonesia sangat banyak individu atau perusahaan yang menyamakan antara Sales (Selling) dan Marketing. PADAHAL keduanya jelas SANGAT BERBEDA.Misalnya dalam bidang pekerjaan, seorang SALESMAN dikatakan berhasil jika orang tersebut telah BERHASIL MENJUAL PRODUKNYA Sampai disini tugas Sang SALES telah berhasil. Dan perusahaan pun perlu menghargai hasil pekerjaan sang SALESMAN.
Namun MARKETING adalah satu hal yang berbeda.
Marketing adalah induk dari sales atau selling, dan sales adalah bagian dari salah satu proses panjang Marketing.
Selling atau sales adalah bagian dari Marketing tapi Marketing bukanlah hanya Selling.
![]() |
| Sales: Bagian dari Proses Marketing |
Jadi Marketing mengadakan survey dahulu tentang apa kebutuhan dan keinginan manusia (research development, kemudian menganalisa biaya dan harga (penetapan harga) lalu dibuatlah produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia tersebut, setelah produk/jasa sudah sesuai barulah dilakukan pengiriman (proses delivery), setelah itu dilakukan komunikasi pemasaran agar produk atau jasa diketahui dan diinginkan oleh manusia. Kemudian dilakukan proses penjualan (selling), lalu kemudian ada proses pelayanan lainnya untuk tetap mempertahankan pelanggan agar tetap dapat dicukupi kebutuhan dan keinginannya tadi. Setelah itu ada proses evaluasi, apakah produk atau jasa yang dihasilkan memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia/pelanggan.
Sedangkan Selling adalah proses jual beli yang ditandai dengan adanya komunikasi agar produk diketahui dan diminati pelanggan, lalu kemudian ada transaksi antara konsumen dan salesman.
Proses Selling tidaklah terlalu panjang karena berupa transaksi jual beli produk atau jasa. Sedangkan, proses Marketing sendiri jauh lebih rumit dan jauh lebih panjang dibandingkan dengan Proses Selling.
Dalam Marketing dikenal 4P yang terdiri dari:
1. Product (produk). Seorang Marketing berusaha "mencari tahu" atau melakukan riset (marketing research) untuk mencari tahu produk apa saja yang benar-benar DIBUTUHKAN dan DIINGINKAN oleh KITA SANG MANUSIA. Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan manusia barulah dilanjutkan proses yang kedua yaitu
2. Price (Harga). Seorang Marketing akan memberikan harga yang sesuai dengan "KEMAMPUAN" sang MANUSIA agar tidak memberatkan dan sehingga PRODUK memang telah BENAR BERMANFAAT dan DIBUTUHKAN. Itulah mengapa HARGA BAJU di Plaza Senayan bisa jauh berbeda dengan HARGA BAJU di ITC Mangga Dua atau di Proyek Senen. Di Plaza Senayan produk yang ditawarkan memang KHUSUS untuk kalangan BERDUIT yang tidak ingin KEPANASAN. Namun untuk di Proyek SENEN si Konsumen tidak merasakan sebuah KEPANASAN adalah sebuah KEBUTUHAN yang terpenting HARGA LEBIH MURAH.
3. Place (tempat distribusi). Seorang Marketing perlu mencari saluran distribusi yang tepat dan efisien sehingga produk atau jasa perusahaan DAPAT menjangkau Sang Konsumen. (lagi-lagi agar konsumen TERPENUHI KEBUTUHAN dan KEINGINANNYA).
4. Promotion (promosi). Nah disinilah letak Sang Direct Selling. Salah satu cara promosi adalah dengan cara: Periklanan, Direct Selling (salesman), Hubungan Masyarakat (CRM), dan lainnya.
Nah, disini terlihat jelas, kalau Marketing memiliki proses yang lebih panjang daripada selling (penjualan). Seorang Marketing perlu menjaga Product atau Brand product agar sesuai dengan HARAPAN konsumen atau masyarakat.
Perbedaan PENTING lain adalah:
Arti Sales atau selling adalah penjualan. Targetnya adalah JUALANnya.
Arti Marketing adalah pemasaran. Targetnya PASAR atau orangnya.
Seorang penjual dikatakan SALESMAN
seorang pemasar (lebih luas) dikatakan MARKETER
Definisi Selling adalah proses penjualan (lebih fokus MEMUASKAN INDIVIDU sendiri/produk laku).
Definisi Marketing adalah sebuah proses MEMUASKAN kebutuhan dan keinginan manusia (lebih luas).
Selling memiliki jangka waktu lebih pendek dalam hal hubungan.
Marketing memiliki jangka waktu yang lebih panjang. Karena dalam Marketing ANDA tidak perlu membeli produk atau jasa yang telah ditawarkan hari ini. Tapi ANDA bisa memberitahu kepada kerabat anda TENTANG KAMI adalah sebuah KEBERHASILAN dalam MARKETING (proses promotion telah tercapai).
Dalam Marketing SANGAT PERLU MENJAGA HUBUNGAN BAIK baik dalam proses penjualan maupun SETELAH penjualan (after sales service dan Customer Relationship Management).
Nah...bagaimana jika Selling digabungkan dengan Marketing?...menyamakannya sama dengan menyamakan Sosok Ibu dengan sosok anak yang jelas sangat berbeda....Sayang sekali bukan?...
Untuk lebih dalam mengetahui Marketing sebuah Arti yang Sebenarnya? KLIK
Untuk lebih dalam mengetahui Marketing sebuah Arti yang Sebenarnya? KLIK
Subscribe to:
Posts (Atom)






