Today Top Reading

Monday, September 9, 2013

Target Mudah Tercapai dengan Metode Sedekah 2.5%

Dulu, saya membuat planning dalam setiap kegiatan transaksi usaha selalu berfokus pada jumlah total omset yang saya inginkan dalam usaha.

Namun setelah melihat bidang usaha lain yang ternyata lebih pesat berkembang menggunakan "Metode Sedekah" untuk meningkatkan penjualan usahanya.

Maka saya mencoba cara baru dalam berbisnis...

Yah....alih-alih kita mengesampingkan pemberian kepada Tuhan, kali ini marilah kita buktikan "kekuatan Tuhan" pada saat kita melibatkanNya sebagai tujuan No.1 dalam usaha kita.

Jadi sederhananya. Jika membuat perencanaan maka yang pertama kita lakukan adalah target sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu, dan biarkan hukum alam yang bekerja otomatis dengan sendirinya.

Misalnya jika kita dulunya mentargetkan pendapatan sebesar Rp. 100.000 maka jumlah uang sedekah yang kita salurkan kepada anak-anak yatim atau ke masjid adalah minimal sebesar Rp. 2.500.

Alih-alih kita mentargetkan omset 100.000 sebaiknya untuk memudahkan kita, maka kita hanya mentargetkan sedekah sebesar Rp. 2.500 jauh lebih ringan daripada kita mentargetkan pendapatan Rp. 100.000 tadi bukan?.

Untuk lebih memudahkan lagi kita memperoleh pendapatan usaha adalah buatlah kolom sedekah minimal 2.5% sebagi acuan target kita setiap harinya. 

Intinya adalah kita berfokus pada jumlah berapa nilai sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu. Misalnya kita membutuhkan uang sebesar Rp. 1.000.000 maka kita niatkan untuk memberi sedekah sebesar Rp. 25.000,-.

Disini, target utama kita adalah sedekah hanya Rp. 25.000.

Dan biasanya hukum alam selalu mengembalikan uang sedekah kita kepada Tuhan lebih kurang senilai Rp. 1.000.000

Demikian seterusnya....

Kembali saya tekankan bahwa jauh lebih mudah berbisnis bagi kita, jika kita mengikutksertakan Tuhan dalan bisnis kita.

Setiap transaksi yang kita peroleh maka saat itu juga langsung kita hadiahkan ke hadapan Tuhan terlebih dahulu baru kemudian hasil usaha yang kita peroleh kita gunakan ke yang lainnya.

Kewajiban kita disini adalah bahwa setiap pendapatan yang kita peroleh langsung kita bagikan terlebih dahulu kepada Tuhan Sang Maha Pemberi (TITIK)

Ini menunjukkan ketaatan dan rasa cinta kita bekerja untuk Allah SWT... 

Dan jika kita bekerja dan mengabdi semata-mata demi Tuhan maka kita bekerja tidaklah sendirian lagi namun dibantu oleh para "makhluk" Allah baik yang terlihat maupun yang belum mampu kita lihat.

Berikut ini telah saya buatkan untuk saya sendiri target-target sedekah saya yang mudah-mudahan jika bermanfaat dan mudah saya lakukan dapat juga dengan mudah dan bermanfaat anda mempraktekkannya....





Sedekah 2.5%
Pendapatan
2.500
100.000
12.500
500.000
25.000
1.000.000
37.500
1.500.000
50.000
2.000.000
75.000
3.000.000
100.000
4.000.000
125.000
5.000.000
150.000
6.000.000
175.000
7.000.000
200.000
8.000.000
225.000
9.000.000
250.000
10.000.000
375.000
15.000.000
500.000
20.000.000
1.250.000
50.000.000
2.500.000
100.000.000
5.000.000
200.000.000
7.500.000
300.000.000
10.000.000
400.000.000
12.500.000
500.000.000
15.000.000
600.000.000
17.500.000
700.000.000
20.000.000
800.000.000
22.500.000
900.000.000
25.000.000
1.000.000.000
37.500.000
1.500.000.000











































































































Cara Mudah Memperoleh Pendapatan dengan Target Awal Metode Sedekah

Dulu, saya membuat planning dalam setiap kegiatan transaksi usaha selalu berfokus pada jumlah total omset yang saya inginkan dalam usaha.

Namun setelah melihat bidang usaha lain yang ternyata lebih pesat berkembang menggunakan "Metode Sedekah" untuk meningkatkan penjualan usahanya.

Maka saya mencoba cara baru dalam berbisnis...

Yah....alih-alih kita mengesampingkan pemberian kepada Tuhan, kali ini marilah kita buktikan "kekuatan Tuhan" pada saat kita melibatkanNya sebagai tujuan No.1 dalam usaha kita.

Jadi sederhananya. Jika membuat perencanaan maka yang pertama kita lakukan adalah target sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu, dan biarkan hukum alam yang bekerja otomatis dengan sendirinya.

Misalnya jika kita dulunya mentargetkan pendapatan sebesar Rp. 100.000 maka jumlah uang sedekah yang kita salurkan kepada anak-anak yatim atau ke masjid adalah minimal sebesar Rp. 2.500.

Alih-alih kita mentargetkan omset 100.000 sebaiknya untuk memudahkan kita, maka kita hanya mentargetkan sedekah sebesar Rp. 2.500 jauh lebih ringan daripada kita mentargetkan pendapatan Rp. 100.000 tadi bukan?.

Untuk lebih memudahkan lagi kita memperoleh pendapatan usaha adalah buatlah kolom sedekah minimal 2.5% sebagi acuan target kita setiap harinya. 

Intinya adalah kita berfokus pada jumlah berapa nilai sedekah yang kita inginkan terlebih dahulu. Misalnya kita membutuhkan uang sebesar Rp. 1.000.000 maka kita niatkan untuk memberi sedekah sebesar Rp. 25.000,-.

Disini, target utama kita adalah sedekah hanya Rp. 25.000.

Dan biasanya hukum alam selalu mengembalikan uang sedekah kita kepada Tuhan lebih kurang senilai Rp. 1.000.000

Demikian seterusnya....

Kembali saya tekankan bahwa jauh lebih mudah berbisnis bagi kita, jika kita mengikutksertakan Tuhan dalan bisnis kita.

Setiap transaksi yang kita peroleh maka saat itu juga langsung kita hadiahkan ke hadapan Tuhan terlebih dahulu baru kemudian hasil usaha yang kita peroleh kita gunakan ke yang lainnya.

Kewajiban kita disini adalah bahwa setiap pendapatan yang kita peroleh langsung kita bagikan terlebih dahulu kepada Tuhan Sang Maha Pemberi (TITIK)

Ini menunjukkan ketaatan dan rasa cinta kita bekrja untuk Allah SWT... 

Dan jika kita bekerja dan mengabdi semata-mata demi Tuhan maka kita bekerja tidaklah sendirian lagi namun dibantu oleh para "makhluk" Allah baik yang terlihat maupun yang belum mampu kita lihat.

Berikut ini telah saya buatkan untuk saya sendiri target-target sedekah saya yang mudah-mudahan jika bermanfaat dan mudah saya lakukan dapat juga dengan mudah dan bermanfaat anda mempraktekkanya....





Sedekah 2.5%
Pendapatan
2.500
100.000
12.500
500.000
25.000
1.000.000
37.500
1.500.000
50.000
2.000.000
75.000
3.000.000
100.000
4.000.000
125.000
5.000.000
150.000
6.000.000
175.000
7.000.000
200.000
8.000.000
225.000
9.000.000
250.000
10.000.000
375.000
15.000.000
500.000
20.000.000
1.250.000
50.000.000
2.500.000
100.000.000
5.000.000
200.000.000
7.500.000
300.000.000
10.000.000
400.000.000
12.500.000
500.000.000
15.000.000
600.000.000
17.500.000
700.000.000
20.000.000
800.000.000
22.500.000
900.000.000
25.000.000
1.000.000.000
37.500.000
1.500.000.000













































































































Friday, September 6, 2013

Spanduk dan Pohon Kehidupan yang Tersakiti

Sebuah Pohon ditanam untuk Keindahan...
Sebuah Pohon ditanam untuk Kesehatan...
Sebuah Pohon ditanam untuk Kebahagiaan Alam...

Saya adalah termasuk orang yang senang dan menikmati melihat pohon-pohon yang indah...
Namun...Sayangnya...
Pohon-pohon yang indah ini, harus rela tersakiti dengan dipaku dalam keadaan masih hidup...
Demi untuk sebuah spanduk yang bertuliskan kata "peduli"...

Apakah saya terlalu berperasaan sehingga merasa sakit hati melihat pohon-pohon indah ini dipaku berkali-kali?

Ataukah orang-orang ini yang tidak berperasaan?...

Hmmm entahlah...

Karena dulupun mungkin saja saya pernah melakukannya....

Namun sekarang, saya tidak berani untuk mempaku sebuah pohon yang indah ini, demi sebuah jabatan...

Sebenarnya dalam konsep Marketing. Untuk mempromosikan produk atau diri tidak melulu harus mengandalkan Spanduk di Pohon.

Ada banyak strategi yang terbukti lebih efektif dibandingkan memasang spanduk di pohon.

Adapun alat-alat untuk menarik simpati dan dukungan yang bisa jadi lebih efektif dan bermanfaat adalah:
  1. Face to face Strategy. Siapkan kartu nama anda dan datangi serta bersilaturahmilah dengan orang-orang yang anda wakili. Kartu nama ini biayanya sangat murah dan bisa jadi lebih efektif apalagi jika anda bertemu langsung dengan sang pemegang keputusan. Dalam face to face strategy atau "silaturahmi strategy" bisa juga dijadikan agenda harian untuk mengunjungi orang-orang yang ada di sekitar untuk sekedar menanyakan kabar mereka dan jika sanggup bisa memberikan beberapa liter beras. Ini juga strategi yang dilakukan Jokowi untuk menarik simpati masyarakat.
  2. Internet Strategy. Gunakan Internet sebagai media silaturahim dengan cara yang lebih efektif dan dengan biaya yang lebih efisien. Malah terkadang biaya internet bisa dipangkas hampir ke titik nol jika kita pandai melakukan Online Marketing Strategy.  Maksimalkan media sosial yang anda miliki dan bangun kepercayaan didalamnya.
  3. Doing Strategy. Strategi terbaik dalam melakukan promosi adalah dengan melakukan hal-hal yang baik dengan benar. Ini terlihat sepele karena merupakan jalan yang lama menempuh sebuah tujuan. Namun percayalah inilah jalan terbaik dan terindah bagi setiap orang yang memahaminya. Lakukan yang kita sukai yang kita cintai dan lambat laun promosi akan terketuk dengan sendirinya....Teknik ini digunakan oleh Nabi Muhammad, Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jokowi dan lain-lain yang memperlihatkan bagaimana mereka bekerja dengan tulus ikhlas tanpa pamrih mengemban setiap amanah yang diberikan rakyat (Tuhan).
Saya berharap tidak ada lagi pohon yang harus di"korban"kan demi sebuah nama....

http://kicaubintaro.co.id/pohon-berbuah-spanduk




Wednesday, August 21, 2013

Apa itu Ikhlas dan Bagaimana Mempraktekkannya?

Setiap Orang Bekerja Sesuai dengan Tingkat Keikhlasannya

Suatu malam, saat saya memberikan materi tentang Manajemen Keikhlasan di sebuah masjid di BSD City Tangerang.

Seorang bapak yang berpenampilan menarik dan bersahaja kemudian mengangkat tangan seraya bertanya: "Maaf pak, saya sudah paham mengenai paparan yang diberikan yang bermuara tentang ikhlas, namun saya pernah mencobanya dan sulit sekali untuk mempraktekkannya. Apakah ada caranya?..."

Sayapun salut dengan pertanyaan bapak tadi, yang sepertinya berpendidikan tinggi, ini dapat terlihat dari cara bicara dan penampilan beliau.

Sayapun tersenyum dan berkata: "memang sebenarnya sulit untuk mencapai tingkat ikhlas yang sejati, namun ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk mempraktekkannya dan semoga jika itu berhasil pada saya semoga juga dapat berhasil pada anda."

Kebetulan ilmu ini saya peroleh ketika mengikuti sebuah Training The 7 Awareness di Jakarta. Olehnya itu saya bisa langsung memberikan sharing saya tentang manfaat dan metode training ini kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Adapun tips yang paling sederhana yang biasa saya lakukan adalah dengan mengucapkan dan mendendangkan dalam hati kata-kata  seperti...

"Saya ikhlas ya Allah, saya ikhlas...ya Allah, saya ikhlas ya Allah...." 

Lakukan dan ucapkan terus menerus dan berkali-kali hingga masuk ke alam bawah sadar kita.

Dalam pengucapannya sebaiknya diucapkan dengan suara yang terdengar dan jika bisa usahakan sekuat tenaga (full power) masuk tajam ke dalam telinga kita sehingga bisa masuk merasuk kedalam hati hingga jiwa kita yang paling dalam.

Biasanya, jika kita melakukannya dengan cara yang benar hingga masuk ke dalam hati dan jiwa akan membuat hati kita tersentuh dan dapat menyebabkan menetesnya air mata keikhlasan karena tersentuh oleh "gelombang" Tuhan.

Jika kita mempraktekkannya pada saat kita berada dalam kondisi kesulitan biasanya kesulitan itu akan terasa lebih mudah.

Jika seandainya, kita sedang berada dalam suatu kondisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan maka biasanya nantinya akan terasa pekerjaan menjadi lebih ringan dan menyenangkan....

Jika berada dalam kondisi menyakitkan hati dan ditimpa masalah yang berat maka biasanya perasaan sakit yang kita terima berangsur-angsur terasa lebih ringan dan akan terasa menghilang perasaan sakit hati yang mennghunjam diri dan hati kita...

Itulah salah satu keajaiban yang pernah saya rasakan yang semoga andapun dapat merasakan sensasi perasaan ikhlas yang dimulai dengan memprogramkan pikiran kita untuk selalu berfokus dan menerima dengan ikhlas segala takdir Ilahi....
Nabi Muhammad SAW, kekasih Allah yang paling mulia bersabda,“Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril a.s.apakah ikhlas itu?

Lalu Jibril berkata,“Aku bertanya kepada Tuhan yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya?“

Allah SWT yang Maha Luas pengetahuannya menjawab,“Ikhlas adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang

Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.“(H.R Al-Qazwini)